Operasi Senyap KPK di Pekalongan: Dari Ruang Kerja ke Gedung KPK, Bupati Fadia Arafiq Digiring Tim Satgas

Pekalongan, petenews.co.id – Suasana di salah satu lokasi di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, tiba-tiba berubah hening mencekam. Di tengah kesunyian itu, sekelompok tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat dan senyap. Target mereka adalah orang nomor satu di wilayah tersebut: Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.

Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang telah direncanakan secara matang itu akhirnya berbuah hasil. Fadia Arafiq, bersama sejumlah pihak lain yang diduga terlibat, diamankan tanpa perlawanan berarti. Seorang sumber menyebutkan, tim KPK mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga kuat terkait dengan tindak pidana korupsi, meskipun detailnya masih dirahasiakan.

Kabar penangkapan ini sontak menyebar cepat, mengguncang ruang-ruang pemerintahan di Pekalongan dan sekitarnya. Pagi harinya, Selasa (3/3/2026), Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi peristiwa tersebut dalam konferensi pers kilat di Jakarta.

“Benar, tim kami telah mengamankan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, dalam kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Kabupaten Pekalongan,” ujar Budi dengan nada tegas.

Perjalanan Malam yang Panjang Menuju Jakarta

Tak berselang lama setelah penangkapan, Fadia Arafiq dan para pihak yang diamankan langsung menjalani proses awal. Dalam pengawalan ketat tim bersenjata lengkap, rombongan tersebut segera diterbangkan menuju Jakarta. Mereka akan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, markas lembaga antirasuah yang kini menjadi saksi bisu dari rentetan kasus korupsi kepala daerah.

Di atas pesawat, Bupati perempuan itu tampak tertunduk lesu, ditemani para penyidik. Perjalanan malam dari Pekalongan menuju Jakarta menjadi awal dari babak baru yang penuh ketidakpastian baginya. Sesampainya di Gedung KPK, dini hari nanti, ia akan langsung menjalani pemeriksaan intensif.

KPK kini memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan nasib Fadia Arafiq. Dalam masa kritis ini, penyidak akan bekerja tanpa henti memeriksa barang bukti, menginterogasi para pihak yang diamankan, dan memutuskan apakah cukup bukti untuk menetapkannya sebagai tersangka.

Jateng Kembali Berduka, Rekor OTT Kepala Daerah Terus Bertambah

Penangkapan ini bukan sekadar operasi biasa. Ia mencatatkan sejarah kelam bagi Jawa Tengah. Fadia Arafiq menjadi kepala daerah ketiga di provinsi tersebut yang diciduk KPK dalam kurun waktu kurang dari dua bulan. Sebelumnya, Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Pati Sudewo juga lebih dulu harus berurusan dengan KPK akibat dugaan korupsi.

Secara nasional, OTT terhadap Bupati Pekalongan ini merupakan yang ketujuh di tahun 2026. Angka ini menunjukkan bahwa praktik korupsi di level pemerintahan daerah seolah tak pernah surut. Dari kasus pajak, pemerasan proyek, hingga pengisian jabatan, KPK terus memburu para pelaku yang dinilai telah mengkhianati kepercayaan publik.

Di luar Gedung KPK, sejumlah wartawan dan simpatisan anti-korupsi mulai berdatangan, menanti pengumuman resmi. Sementara di Pekalongan, keheningan menyelimuti pendopo kabupaten. Sebuah pertanyaan besar menggantung di udara: korupsi apa yang melibatkan Bupati mereka?

Publik pun menanti. Dalam hitungan jam, KPK akan membuka tabir kasus yang menjerat Fadia Arafiq. Akankah ini menjadi kasus besar lainnya yang mengejutkan publik? Semua masih menunggu, sementara jarum jam terus berdetak di Gedung KPK.(Ham/red)

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *