Semarang, petenews.co.id
Tani Merdeka Indonesia DPW Jawa Tengah resmi menjalin kerja sama strategis dengan BPR BKK Jateng melalui program inovatif bertajuk “Petani Gajian”, sebuah skema pembiayaan dan pemberdayaan petani yang memungkinkan petani memperoleh pendapatan rutin bulanan selama masa tanam. Program ini diharapkan menjadi terobosan dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Inisiatif ini turut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan daerah, yaitu Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, BUMD JTAB (Jateng Agro Berdikari) sebagai off taker hasil panen, serta Jamkrida Jateng sebagai penjamin resiko usaha tani.
Program “Petani Gajian” memberikan fasilitas pembiayaan usaha tani dari BPR BKK Jateng, pendampingan budidaya dan manajemen usaha oleh Tani Merdeka Indonesia, jaminan pemasaran oleh JTAB, serta perlindungan pembiayaan melalui Jamkrida Jateng dalam kondisi force majeure seperti gagal panen akibat bencana alam atau gangguan cuaca ekstrem.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jateng, Wawan Pramono, menyampaikan bahwa program ini menjadi bukti komitmen bersama dalam mengangkat martabat petani.
“Hari ini kita tidak hanya mendukung petani, tetapi memastikan bahwa profesi petani memiliki kepastian pendapatan, akses modal, jaminan usaha, dan pasar yang jelas. Tani Merdeka hadir sebagai gerakan untuk menjadikan petani kuat secara ekonomi, modern dalam praktik, dan sejahtera dalam kehidupan.”
Dirut BPR BKK Jateng, Koesnanto, SH, M.Kn, menegaskan komitmen lembaganya dalam memperkuat akses pembiayaan petani.
“BPR BKK Jateng hadir untuk meningkatkan akses keuangan bagi rakyat, termasuk petani. Program Petani Gajian memastikan petani memperoleh modal usaha yang terukur, terjamin, dan memiliki skema pembayaran yang aman. Kami ingin petani fokus pada produksi dan kesejahteraan, bukan pada beban finansial.”
Wakil Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng, Himawan, memberikan apresiasi atas langkah kolaboratif ini.
“Program Petani Gajian merupakan terobosan konkret bagi kesejahteraan petani. Dinas Pertanian siap mendukung penuh dengan menyediakan data kelompok tani dan gapoktan peserta program, sekaligus memastikan pendampingan teknis berjalan optimal. Tani Merdeka menjadi mitra strategis dalam mendorong pertanian modern di Jawa Tengah.”
Direktur Utama BUMD JTAB, Totok Agus Siswanto, menegaskan kesiapan perusahaan sebagai pembeli hasil panen petani peserta program.
“JTAB berperan sebagai off taker untuk memastikan bahwa hasil panen petani terserap dengan harga yang adil dan mekanisme yang transparan. Dengan dukungan ekosistem ini, petani dapat fokus pada kualitas produksi dan peningkatan kapasitas usaha.”
Direktur Jamkrida Jateng, M. Nazir Siregar, menyebutkan bahwa kehadiran Jamkrida memberikan keamanan lebih bagi petani dan lembaga pembiayaan.
“Selain memberikan akses modal, yang tidak kalah penting adalah perlindungan terhadap risiko. Jamkrida Jateng siap menjamin pembiayaan petani apabila terjadi kondisi force majeure seperti gagal panen. Dengan begitu, petani tidak lagi berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan.”
Sambutan Pemerintah Provinsi
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi, memberikan dukungan penuh terhadap program ini.
“Program Petani Gajian adalah inovasi yang menjawab kebutuhan nyata petani kita. Pemerintah Provinsi mendukung penuh kolaborasi BPR BKK Jateng, Tani Merdeka, JTAB, dan Jamkrida sebagai model pemberdayaan petani berkelanjutan. Ini adalah langkah nyata menuju pertanian maju, ekonomi rakyat kuat, dan kesejahteraan petani yang meningkat.”
Peluncuran program ini diharapkan menjadi contoh model kemitraan ekonomi kerakyatan yang dapat direplikasi di seluruh wilayah Jawa Tengah. Dengan dukungan multi-stakeholder yang kuat, program “Petani Gajian” akan memperkuat ekosistem pertanian dan mewujudkan petani Jawa Tengah yang mandiri, produktif, dan sejahtera.
MK.














