Heboh di Blado! Sapi BUMDes Dijual, Uang Diduga Beralih ke Proyek Lain

Batang, petenews.co.id – Polemik pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kembali menghebohkan warga Kabupaten Batang. Kali ini sorotan tajam mengarah ke BUMDes Brayan Oerip, Desa Kambangan, Kecamatan Blado, setelah mencuat dugaan penjualan empat ekor sapi program penggemukan ternak yang didanai anggaran Rp55 juta.

Kasus ini menjadi perbincangan panas warga setelah muncul informasi bahwa sapi-sapi tersebut diduga telah dijual, sementara hasil penjualannya disebut-sebut dialihkan untuk proyek lain di desa.

Seorang perangkat Desa Kambangan yang meminta identitasnya dirahasiakan membenarkan bahwa program sapi BUMDes tersebut memang telah dihentikan karena seluruh ternak dijual.

“Benar, sapinya dijual. Informasinya uangnya dipakai untuk perataan tanah yang nantinya akan dibangun KDMP,” ungkap sumber tersebut, Minggu (3/5/2026)

Pernyataan itu sontak memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, program penggemukan sapi awalnya digadang-gadang menjadi salah satu usaha produktif BUMDes untuk meningkatkan pendapatan desa.

Kepala Dusun Kambangan Utara juga membenarkan bahwa total ada empat ekor sapi dalam program tersebut dan kini semuanya sudah tidak ada.

“Empat ekor memang sudah dijual,” katanya singkat.

Fakta lain terungkap dari Sajari, salah satu warga yang mengelola sapi sejak tahun 2024 dengan sistem bagi hasil. Ia mengaku hanya menerima uang Rp4 juta usai sapi dijual.

“Yang mengelola ada tiga orang, saya, Darwanto, dan Jafar. Kami masing-masing diberi Rp4 juta. Katanya untuk upah kerja selama setahun,” ujarnya.

Total uang yang diterima tiga pengelola mencapai Rp12 juta. Namun hingga kini belum diketahui secara pasti berapa nilai penjualan keseluruhan empat ekor sapi tersebut.

Sajari juga menyebut bahwa proses penjualan dilakukan oleh dua orang bernama Sikus dan Antok yang berasal dari Dukuh Kebon Agung, Desa Kambangan.

“Kalau harga jual per ekor saya tidak tahu,” tambahnya.

Di sisi lain, warga juga mempertanyakan keberadaan pihak yang disebut sebagai “forum masyarakat” yang diduga ikut mengambil keputusan menjual aset BUMDes tersebut. Hingga kini belum ada penjelasan resmi siapa saja yang tergabung dalam forum itu dan atas dasar kewenangan apa mereka mengambil keputusan tersebut.

Situasi semakin panas setelah muncul informasi dari tokoh masyarakat setempat yang menyebut persoalan tersebut kabarnya sudah masuk penanganan aparat penegak hukum.

“Katanya sudah ditangani kejaksaan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pengurus BUMDes Brayan Oerip maupun Pemerintah Desa Kambangan belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan penjualan aset tersebut.

Kasus ini kini menjadi sorotan warga Blado. Mereka mendesak adanya transparansi penuh agar publik mengetahui ke mana aliran dana hasil penjualan sapi BUMDes tersebut bermuara.(tim)

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *