Batang, petenews.co.id –Peningkatan mutu pendidikan di madrasah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga bergantung pada kualitas tata kelola lembaga yang dijalankan secara profesional. Hal itu disampaikan Kepala MI Islamiyah (MII) Candi, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Ahmad Fahruddin, saat menjelaskan strategi pengembangan madrasah yang selama ini diterapkan di lingkungan sekolah yang dipimpinnya.
Menurut Fahruddin, kemajuan sebuah madrasah sangat ditentukan oleh kemampuan pengelola lembaga dalam membangun sistem manajemen yang baik, mulai dari pengelolaan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga pengembangan model pembelajaran yang efektif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
“Di sekolah ini kami menerapkan manajemen berbasis madrasah. Seluruh program dirancang dengan mengedepankan kebutuhan peserta didik dan pengembangan lembaga secara berkelanjutan,” ujar Fahruddin.
Ia menilai, peran pendidik menjadi faktor penting dalam menciptakan lulusan yang berkualitas. Karena itu, guru tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga harus mampu mengembangkan potensi siswa sesuai bakat dan minat yang dimiliki.
Menurutnya, indikator keberhasilan pendidikan dapat dilihat dari berbagai aspek, baik prestasi akademik maupun non-akademik. Prestasi di bidang olahraga, seni, keagamaan, hingga kemampuan kepemimpinan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik yang unggul.
“Pendidik harus mampu meningkatkan kualitas peserta didiknya. Itu bisa ditandai dengan berbagai prestasi, baik dalam bidang akademik, olahraga maupun seni,” katanya.
Fahruddin juga menyoroti pentingnya pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler yang terarah. Ia menilai setiap madrasah perlu memiliki fokus pengembangan yang jelas agar mampu menghasilkan prestasi yang nyata.
“Kegiatan ekstrakurikuler misalnya, bisa difokuskan pada bidang tertentu yang potensial. Jangan semua ada, tetapi pada akhirnya tidak menghasilkan capaian yang maksimal,” tuturnya.
Bangun Jejaring untuk Kemajuan Madrasah
Selain memperkuat kualitas pembelajaran di dalam kelas, Fahruddin menekankan pentingnya membangun jejaring dan kolaborasi dengan berbagai pihak sebagai salah satu strategi mempercepat kemajuan lembaga pendidikan.
Menurut dia, tantangan pendidikan saat ini tidak bisa diselesaikan oleh sekolah secara mandiri. Dukungan dari masyarakat, alumni, dunia usaha, pemerintah, maupun berbagai organisasi sosial menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan madrasah.
“Madrasah perlu menjalin hubungan dengan berbagai pihak yang dapat mendukung kemajuan lembaga, baik dari sisi pemikiran maupun dukungan sumber daya,” jelasnya.
Melalui kolaborasi tersebut, lanjut Fahruddin, kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dapat dipenuhi secara bertahap sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lebih optimal.
“Dengan demikian pemenuhan sarana prasarana dapat tercapai untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih baik,” katanya.
Pendidikan Karakter dan Kearifan Lokal
Di bawah pengelolaan yang terus dikembangkan, MI Islamiyah Candi selama ini dikenal sebagai salah satu madrasah yang menaruh perhatian besar terhadap pendidikan karakter dan pelestarian budaya lokal.
Salah satu program unggulan yang sempat menjadi perhatian publik adalah pelaksanaan Java’s Day, sebuah kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap Kamis Wage. Melalui program tersebut, peserta didik diajak mengenal dan mencintai budaya Jawa sebagai bagian dari identitas bangsa.
Program tersebut tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter siswa melalui penguatan nilai-nilai kesopanan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap tradisi lokal.
Selain itu, MII Candi juga pernah menjadi rujukan dalam implementasi metode pembelajaran baca Al-Qur’an yang diterapkan secara sistematis untuk meningkatkan kemampuan literasi Al-Qur’an peserta didik sejak usia dini.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah dalam membangun keseimbangan antara penguatan kompetensi akademik, pendidikan keagamaan, serta pembentukan karakter peserta didik.
Bagi Fahruddin, keberhasilan sebuah madrasah tidak hanya diukur dari nilai akademik semata, tetapi juga dari kemampuannya melahirkan generasi yang berakhlak, berprestasi, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial maupun budaya di sekitarnya.
“Madrasah harus mampu menjadi pusat pendidikan yang melahirkan generasi unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan budaya yang menjadi jati dirinya,” pungkasnya. (red)














