Koordinasi dan Simbolis Penyerahan Bibit Dalam Rangka Gerakan Tanam 10.000 Pohon di Gunung Lawu

Karanganyar,petenews.co.id

Bertempat di kawasan wisata SakuraHils, telah dilaksanakan kegiatan koordinasi dan aksi simbolis dalam rangka Gerakan Tanam 10.000 Pohon yang akan digelar pada Desember 2025 di kawasan Gunung Lawu. Kegiatan ini diprakarsai oleh para relawan peduli alam bersama tokoh masyarakat, komunitas lingkungan dari berbagai daerah (termasuk relawan dari TW), unsur Forkompinca, dan Perhutani BKPH selaku pemangku kawasan hutan di wilayah tersebut ( Jumat, 16 Mei 2025 ).

Acara dimulai dengan sesi koordinasi lintas elemen, dilanjutkan dengan penyerahan bibit pohon secara simbolis, serta aksi penanaman bibit pohon dan pemberian pupuk di area yang telah disiapkan sebagai bentuk nyata komitmen pelestarian lingkungan.

Eko Joko Widodo, S.Sos., M.M., Camat Tawangmangu, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas partisipasi semua pihak dan disebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga kelestarian Gunung Lawu sebagai “gentong air” bagi Kabupaten Karanganyar. “Kita berharap Lawu kembali hijau, sejuk, dan menjadi warisan alam yang bisa dinikmati oleh generasi sekarang dan masa depan,” ucapnya.

Darmadi, SPMP, selaku relawan peduli alam, menekankan pentingnya menjaga fungsi ekologis hutan. Ia menjelaskan bahwa 1 cm³ klorofil dapat menghasilkan dua tetes air dalam 12 jam. Jika 10.000 pohon tumbuh dan berkembang, maka akan ada jutaan tetes air yang bisa membantu masyarakat setiap hari.penting nya pelestarian adanya jutaan meter kubik Oksigen yang di hasilkan mampu menjaga keseimbangan alam dan sangat penting bagi kesehatan manusia lebih lanjut ia menjelaskan bahwa hutan yang hijau juga menyimpan dan menjaga sumber air tanah yang manfaatnya langsung di rasakan oleh masyarakat di dataran rendah
“Air tanah yang mengalir ke bawah untuk keperluan hidup sehari-hari, termasuk pertanian.maka otomatis jika hutan lestari dan air tercukupi kita juga mendukung program ketahanan pangan nasional karena petani bisa bertani dengan baik tanpa kekurangan air,
Ia juga menyampaikan bahwa pembibitan sudah dilakukan selama tujuh bulan terakhir dan akan terus disiapkan hingga Desember nanti, dengan sistem pemantauan berbasis drone dan pembagian tanggung jawab kepada kelompok relawan untuk memastikan keberlangsungan hidup pohon yang ditanam.

Parmin Sastro Wijoyo, Direktur Utama The Lawu Group, menjelaskan bahwa sebelum pihaknya mengelola, kawasan ini pernah mengalami kerusakan parah akibat penebangan liar. Namun, sejak dikelola secara bertanggung jawab, kawasan SakuraHils kini mulai hijau kembali. Ia menegaskan bahwa The Lawu Group berkomitmen mendukung pelestarian lingkungan dan siap menyisihkan dana dari sektor wisata untuk pembibitan dan program penghijauan. Ia juga mengajak para pegiat lingkungan untuk terus berkolaborasi dalam upaya pelestarian Lawu.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan simbolis bibit pohon, penanaman pohon, dan pemberian pupuk oleh para peserta, termasuk perwakilan dari Perhutani BKPH Bapak Sartono, sebagai bentuk komitmen kolektif untuk menghijaukan kembali Gunung Lawu demi masa depan yang lebih lestari dan berkelanjutan.

Yona-Amir

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *