petenews.co.id – Jika dihitung secara rerata, suhu permukaan bumi berada di kisaran 15°C. Khusus Indonesia, suhu rata-ratanya sekitar 26,5°C. Dalam batas ini, kondisi tersebut masih tergolong aman.
Persoalannya bukan semata pada angka suhu, melainkan pada respons bumi itu sendiri. Setiap kenaikan satu derajat suhu memicu perubahan perilaku sistem bumi. Bumi akan beradaptasi dengan caranya sendiri, dan adaptasi itu tidak pernah mempertimbangkan keberlangsungan habitat—baik yang berada di permukaan maupun di dalam bumi.
Fenomena ini dapat disaksikan secara nyata. Setiap kenaikan suhu diikuti perubahan iklim. Ketika bumi semakin panas, gletser di kedua kutub mencair, memicu naiknya permukaan laut dan gejala rob. Garis pantai perlahan bergeser ke arah daratan. Bersamaan dengan itu, berbagai penyakit bermunculan. Bakteri, virus, dan sel biologis mengalami mutasi. Obat-obatan yang selama ini efektif menjadi tidak lagi cocok. Tumbuhan pun bermutasi; bukan mustahil tanaman yang hari ini aman dikonsumsi—seperti pete—25 tahun ke depan justru menjadi beracun.
Penyebab terbesar kenaikan suhu global adalah efek rumah kaca. Sinar matahari yang semula menjadi sumber kehidupan, dalam kondisi tertentu justru berubah menjadi ancaman bagi makhluk biologis. Akar utama perubahan iklim terletak pada ketergantungan manusia terhadap bahan bakar berbasis karbon: minyak bumi dan batu bara. Ironisnya, semakin sejahtera manusia, semakin besar pula kebutuhan energinya.
Mobil diganti listrik, tetapi pembangkitnya masih berbahan batu bara—hasilnya sama saja. Energi surya pun bukan tanpa konsekuensi; panel-panelnya turut berkontribusi terhadap peningkatan suhu permukaan bumi.
Dalam konteks ini, satu-satunya sumber energi yang benar-benar bersih dan stabil adalah nuklir.
Namun, setiap kali masyarakat mendengar kata nuklir, yang terbayang adalah bom. Akibatnya muncul alergi kolektif dan penolakan tanpa nalar yang utuh. Padahal, menolak listrik nuklir sama artinya dengan berdoa agar kiamat datang lebih cepat.
Opini
Sunan Tedjo Pekalongan














