Semarang, petenews.co.id
Sosok birokrat senior dan akademisi pertanian, Prof. Dr. Ir. Sri Puryono KS, MP, resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Penasehat DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah. Dengan pengalaman panjang sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah dan kiprahnya yang luas dalam pembangunan sektor pertanian dan lingkungan, kehadiran beliau di tubuh Tani Merdeka Indonesia menjadi penegasan bahwa gerakan ini semakin solid dalam membangun kemandirian dan kesejahteraan petani berbasis ilmu pengetahuan dan pengalaman lapangan, 12/11/25.
Sebagai seorang akademisi dan praktisi yang telah puluhan tahun mengabdi di bidang pertanian, kehutanan, dan lingkungan hidup, Prof. Sri Puryono dikenal sebagai figur yang konsisten memperjuangkan keseimbangan antara ketahanan pangan, kelestarian alam, dan kesejahteraan masyarakat desa. Melalui peran barunya sebagai Ketua Dewan Penasehat, ia berkomitmen untuk memperkuat arah kebijakan dan strategi gerakan Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah agar tetap berpijak pada prinsip pertanian berkelanjutan dan ekonomi hijau.

“Pertanian itu bukan sekadar urusan tanam dan panen, tetapi bagian dari sistem kehidupan yang menyangkut lingkungan, sosial, dan ekonomi. Karena itu, saya mengajak seluruh kader Tani Merdeka untuk membangun pertanian yang hijau, produktif, dan lestari. Kita tidak bisa bicara kedaulatan pangan tanpa menjaga keseimbangan alam,” ujar Prof. Sri Puryono KS.
“Tani Merdeka harus menjadi gerakan yang mampu mengedukasi, menggerakkan, dan memberdayakan. Di dalamnya ada semangat regenerasi, inovasi, dan gotong royong yang menjadi ciri khas petani Jawa Tengah,” tambahnya.

Beliau juga menegaskan pentingnya sinergi antara ilmu dan praktik lapangan.
“Petani kita harus naik kelas. Ilmu pertanian modern harus disinergikan dengan kearifan lokal yang sudah terbukti. Inilah tantangan sekaligus peluang bagi Tani Merdeka untuk hadir sebagai jembatan antara dunia akademik dan dunia tani,” tegasnya.

TANI MERDEKA INDONESIA
DPW JAWA TENGAH
Sementara itu, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah, Wawan Pramono, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kesediaan Prof. Sri Puryono bergabung sebagai Ketua Dewan Penasehat.
Kami merasa terhormat memiliki sosok sekaliber Prof. Sri Puryono di jajaran Tani Merdeka. Beliau bukan hanya seorang pemikir besar, tetapi juga pejuang nyata di lapangan. Arahan dan pandangan beliau akan menjadi pandu strategis dalam setiap langkah Tani Merdeka Jawa Tengah untuk memastikan petani kita tidak hanya sejahtera, tetapi juga berdaya saing,” ujar Wawan Pramono.
Penetapan Prof. Sri Puryono KS sebagai Ketua Dewan Penasehat menjadi bagian dari langkah besar DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah dalam memperkuat tata kelola organisasi dan arah kebijakan strategis. Bersama jajaran Dewan Pembina, termasuk Jenderal (HOR) H. Bibit Waluyo, Tani Merdeka Jawa Tengah meneguhkan komitmen untuk menjadikan pertanian sebagai sektor unggulan berbasis ilmu, teknologi, dan kemandirian komunitas.
Dengan kehadiran Prof. Sri Puryono di jajaran pimpinan strategis, Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah semakin mantap melangkah menuju cita-cita besar: Petani Hebat, Pangan Kuat, Indonesia Berdaulat.
Red.














