Semarang, petenews.co.id
Menjelang Musyawarah Provinsi (Musprov) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Jawa Tengah yang akan digelar pada 21 Juni 2026 di Kota Semarang, nama Brigjen Pol (Purn) Drs. Lukas Arry Dwiko Utomo semakin banyak diperbincangkan di kalangan pengurus dan pegiat tenis meja. Sosok yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda) itu disebut-sebut menjadi salah satu figur kuat yang dijagokan untuk memimpin PTMSI Jawa Tengah periode 2026-2030.

Bagi Lukas, tenis meja bukanlah olahraga yang baru dikenalnya. Kecintaannya terhadap olahraga tersebut tumbuh sejak masa kanak-kanak. Meski tidak meniti jalur sebagai atlet prestasi, tenis meja telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya hingga sekarang.
Pria kelahiran Balikpapan, 1 Oktober 1964 itu memiliki akar keluarga dari Salatiga, Jawa Tengah. Kini ia menetap di Kota Semarang dan tetap aktif mengikuti perkembangan olahraga yang dikenal dekat dengan masyarakat dari berbagai kalangan tersebut.
Lukas memiliki rekam jejak panjang dalam dunia kepemimpinan dan organisasi. Ia merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1988 serta alumni Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Angkatan LIII. Pengalaman panjangnya di institusi kepolisian membentuk karakter kepemimpinan yang disiplin, terukur, dan berorientasi pada tata kelola yang profesional.
Di dunia tenis meja, keterlibatan Lukas juga bukan hal baru. Saat ini ia masih dipercaya menjabat sebagai Ketua Komisi Kelembagaan Pengurus Besar PTMSI periode 2026-2030. Posisi tersebut membuatnya memahami berbagai tantangan yang dihadapi organisasi tenis meja, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Pengalaman itulah yang kemudian mendorong sejumlah pengurus daerah untuk memberikan dukungan agar dirinya maju sebagai calon Ketua PTMSI Jawa Tengah. Mereka menilai Lukas memiliki kombinasi antara kemampuan manajerial, jaringan yang luas, serta kecintaan terhadap tenis meja yang dibutuhkan untuk membawa olahraga ini berkembang lebih jauh.
Jika mendapat amanah memimpin PTMSI Jawa Tengah, Lukas mengusung visi besar, yakni:
“Terwujudnya Tenis Meja Jawa Tengah yang Berprestasi, Merata, Modern, dan Bermartabat menuju Jawa Tengah sebagai Kekuatan Tenis Meja Nasional.”
Visi tersebut diterjemahkan dalam enam misi strategis yang dirancang untuk memperkuat fondasi organisasi sekaligus meningkatkan prestasi atlet.
Langkah pertama adalah membangun organisasi yang solid, transparan, dan akuntabel. Menurut Lukas, tata kelola yang profesional menjadi syarat utama agar pembinaan olahraga dapat berjalan efektif dan mendapat kepercayaan dari seluruh pemangku kepentingan.
Di bidang prestasi, ia menaruh perhatian besar pada pembinaan atlet secara berjenjang dan berkelanjutan. Sistem pembibitan atlet mulai dari tingkat sekolah dasar hingga senior akan diperkuat melalui program pelatihan yang terstruktur dan berkesinambungan.
Tak hanya itu, Lukas juga ingin menghadirkan kompetisi yang lebih merata di seluruh wilayah Jawa Tengah. Kalender pertandingan yang rutin dan terjadwal di 35 kabupaten/kota dinilai penting untuk menjaga atmosfer kompetisi sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet potensial dari berbagai daerah.
Pengembangan infrastruktur menjadi fokus berikutnya. Ia mendorong tersedianya fasilitas latihan yang layak dan berkualitas di setiap daerah, termasuk pengembangan pusat pelatihan tenis meja Jawa Tengah yang representatif sebagai pusat pembinaan atlet.
Lukas juga menilai kemajuan tenis meja tidak dapat dicapai oleh organisasi semata. Karena itu, ia menempatkan kolaborasi dan kemitraan strategis sebagai salah satu prioritas utama. Sinergi dengan KONI, pemerintah daerah, Dispora, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga media diharapkan mampu memperkuat ekosistem pembinaan olahraga tenis meja di Jawa Tengah.
Selain mengejar prestasi, ia ingin tenis meja semakin membumi di tengah masyarakat. Baginya, olahraga ini memiliki keunggulan karena mudah dimainkan, murah, dan dapat dinikmati oleh berbagai kelompok usia. Melalui berbagai program yang inklusif, Lukas berharap tenis meja dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat Jawa Tengah.
Dengan pengalaman panjang di bidang kepemimpinan, keterlibatan aktif di organisasi tenis meja tingkat nasional, serta kecintaan yang telah tumbuh sejak kecil terhadap olahraga tersebut, Lukas Arry Dwiko Utomo hadir membawa gagasan untuk menjadikan Jawa Tengah tidak hanya sebagai lumbung atlet, tetapi juga sebagai salah satu kekuatan utama tenis meja nasional.
Musprov PTMSI Jawa Tengah pada 21 Juni 2026 mendatang akan menjadi momentum penting untuk menentukan arah organisasi empat tahun ke depan. Di tengah harapan besar para pengurus dan insan tenis meja, nama Lukas Arry Dwiko Utomo kini menjadi salah satu figur yang paling diperhitungkan untuk memimpin perjalanan baru tenis meja Jawa Tengah.
MK.














