Gandeng UNS Petani Melenial Kelompok Taruna Tani “KTT” Sumber Gede Melaksanakan Sekolah Ketahanan Pangan.

Karanganyar, Petenews.co.i

Kelompok Taruna Tani Sumber Gede, sebuah organisasi yang berfokus pada pengembangan pertanian dan pemberdayaan petani muda, baru-baru ini menjalin kerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam rangka melaksanakan Sekolah Tani Melon “Madu”. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani muda dalam budidaya melon “Madu” yang berkualitas tinggi dan berdaya saing ( Kamis, 12/6/25 ).

Pentingnya Sekolah Tani dan Prospek Komoditas Melon “Madu”. Sekolah tani merupakan salah satu bentuk pendidikan non-formal yang sangat penting dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi petani. Dengan sekolah tani, petani dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik dalam mengelola usaha tani mereka. Selain itu, sekolah tani juga dapat menjadi wadah bagi petani untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan petani lain.

Melon “Madu” sendiri merupakan salah satu komoditas yang sangat menjanjikan dalam industri pertanian. Melon “Madu” memiliki rasa yang manis dan tekstur yang lembut, sehingga sangat disukai oleh konsumen. Selain itu, melon “Madu” juga memiliki kandungan gizi yang tinggi, sehingga dapat menjadi salah satu pilihan yang sehat bagi konsumen.

Dalam program Sekolah Tani Melon “Madu”, peserta akan diberikan pengetahuan dan keterampilan tentang budidaya melon “Madu” yang baik dan benar. Sekolah tani ini difungsikan sebagai media pembelajaran teori dan praktik, sehingga peserta dapat memahami konsep-konsep dasar budidaya melon “Madu” dan juga dapat mempraktikkan langsung di lapangan, ungkap Sodik, SP Ketua KTT Sumbergede.

Dengan demikian, peserta sekolah tani dapat memperoleh pengalaman langsung dalam budidaya melon “Madu” dan dapat meningkatkan keterampilan mereka dalam mengelola usaha tani melon “Madu”.

Di temui awak media Petenews.co.id, Raden Kunto Adi, SP.,MP Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, melalui Program Studi D3 Agribisnis menyampaikan, siap berkolaborasi dengan Kelompok Taruna Tani Sumber Gede dalam melaksanakan Sekolah Ketahanan Pangan dengan program Tani Melon “Madu”. UNS telah menyiapkan 21 dosen yang ahli di bidang pertanian dan agribisnis untuk menjadi narasumber dan instruktur dalam program sekolah tani ini.

Dengan kerja sama ini, diharapkan program Sekolah Tani Melon “Madu” dapat berjalan dengan lancar dan efektif, serta dapat memberikan manfaat yang besar bagi petani muda dan masyarakat pertanian pada umumnya, Ada 2 jenis paket sekolah tani melon yang di tawarkan yaitu paket program reguler yang ditempuh selama waktu 3 bulan dan paket program pro, mempunyai kesempatan untuk melakukan Ujian Kompetensi Berstandar Nasional, Ujar Founder sekolah tani Yonatan Liliek Prihartanto, SE.,S.Kom.,MM.

Program Sekolah Tani Melon “Madu” ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi petani muda dan masyarakat pertanian. Beberapa manfaat yang diharapkan dari program ini adalah:
– Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani muda dalam budidaya melon “Madu” yang berkualitas tinggi dan berdaya saing.
– Meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani melon “Madu”.
– Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani muda.
– Meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan pertanian yang berkelanjutan

Program Sekolah Tani Melon “Madu” yang dilaksanakan oleh Kelompok Taruna Tani Sumber Gede dan Universitas Sebelas Maret Surakarta merupakan salah satu contoh kerja sama yang baik antara organisasi masyarakat dan institusi pendidikan dalam pengembangan pertanian. Dengan program ini, diharapkan petani muda dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik dalam budidaya melon “Madu” dan dapat meningkatkan usaha tani mereka. Semoga program ini dapat menjadi contoh bagi program-program lain yang sejenis dan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat pertanian.

Amir-yn

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *