Ratusan Jamaah Gelar Dzikir Bersama di Astana Giribangun, Usulkan H.M. Soeharto Sebagai Pahlawan Nasional

Karanganyar, petenews.co.id

Dalam rangka memperingati hari kelahiran Presiden RI ke-2, H.M. Soeharto, ratusan jamaah dari berbagai daerah berkumpul di Astana Giribangun, Karang Bangun, Matesih, Karanganyar. Acara yang diisi dengan dzikir dan doa bersama ini sekaligus menjadi momentum pengusulan almarhum Bapak H.M. Soeharto sebagai Pahlawan Nasional (Minggu, 8/6/25).

Kegiatan dzikir akbar ini diinisiasi oleh Jamaah Nurul Wathon Al-Hambalangi wal-Khitoh, sebuah gerakan terbuka yang melibatkan ulama, kyai, cendekiawan, serta turut terundang unsur TNI dan Polri. Gerakan ini bertujuan menjaga kelestarian nilai-nilai bangsa dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ketua panitia acara, Mayjen TNI (Purn) Haryanto Saputro, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kecintaan terhadap bangsa dan penghormatan kepada tokoh besar nasional.

Hadir dalam acara ini Jenderal (Purn) Sunaryo, mantan ajudan Presiden Soeharto selama kurang lebih 25 tahun. Dalam testimoninya, Sunaryo mengenang sosok H.M. Soeharto sebagai pemimpin yang sangat disegani dunia internasional. “Beliau adalah salah satu dari tiga tokoh bangsa yang menerima bintang lima, dan itu menunjukkan penghormatan luar biasa terhadap jasa-jasanya,” ungkapnya.

Salah satu kenangan paling berkesan, menurut Sunaryo, adalah saat H.M. Soeharto dibukakan pintu Ka’bah oleh Raja Arab Saudi, momen yang ia sebut sebagai pengalaman spiritual yang luar biasa dan tak terlupakan. “Sebagai anak desa, saya merasa sangat luar biasa bisa mendampingi beliau dalam berbagai aktivitas, mulai dari memancing hingga bermain golf,” kenangnya, sembari tersenyum.

Sunaryo juga menuturkan kedekatannya dengan almarhumah Ibu Tien Soeharto, yang kerap ia dampingi ke taman buah dan berbagai kegiatan sosial.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan keluarga, Abi Fathi, menyampaikan salam dari Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut) yang berhalangan hadir karena kondisi kesehatan. “Mbak Tutut sangat ingin hadir, namun karena belum sehat betul, beliau menitipkan salam hangat dan rasa terima kasih atas dukungan masyarakat,” ujar Abi Fathi.

Melalui acara ini, harapan besar pun disuarakan agar H.M. Soeharto dapat segera mendapatkan gelar Pahlawan Nasional, sebagai penghargaan atas jasa-jasanya dalam membangun dan menjaga keutuhan NKRI.

Amir-yona

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *