Sragen, petenews.co.id
Peringatan Nuzulul Qur’an
Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan istimewa. Saat Ramadan, umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa sebulan penuh dengan pahala yang berlipat ganda. Selain itu, ada juga keistimewaan di bulan Ramadan, yaitu peristiwa Nuzulul Quran atau turunnya Alquran yang diperingati setiap tanggal 17 Ramadan.

Peristiwa Nuzulul Quran pada dasarnya mengingatkan kembali kepada umat Islam,bahwa Alquran sebagai sumber pokok ajaran Islam menjadi pedoman dan petunjuk yang diturunkan oleh Allah SWT ke bumi pada bulan Ramadhan.

Dalam rangka memperingati Nuzulul Quran tersebut,Pemdes Bedoro dan Pemerintah Kabupaten Sragen mengadakan kegiatan pengajian dan santunan yatim piatu, yang digelar di halaman rumah Kepala Desa Bedoro Bapak Pri Hartono.dengan tema : *Ngopeni Ngelakoni Jateng*
Acara ini dihadiri oleh warga dan tokoh masyarakat desa Bedoro, Jajaran Forkopimca, Forkompimda dan Tim transisi Gubernur Jawa Tengah, (mewakili Bapak Gubernur yang berhalangan hadir).

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati Sragen Bapak Suroto.
Dalam sambutannya,Wakil Bupati menjelaskan bahwa peringatan Nuzulul Quran ini dimaksudkan sebagai sarana kaum muslimin dan muslimat dalam memperkokoh keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Momentum ini juga sebagai pengingat bagi kaum muslim agar senantiasa berpegang teguh pada Alquran dan Sunnah Rasul sebagai pedoman dan tuntunan dalam hidup. Selain itu, peringatan ini juga dapat digunakan untuk merefleksikan kembali dan mensyukuri nikmat hidup yang dianugerahkan oleh Allah SWT.
“Saya mengajak segenap kaum muslimin dan muslimat di desa Bedoro dan seluruh warga masyarakat Sragen, untuk menjadikan Alquran sebagai landasan moral, baik dalam kehidupan pribadi, kehidupan keluarga, maupun kehidupan bermasyarakat.” ungkap Suroto mengakhiri sambutannya.
Acara ini mengundang mantan pelawak asal jawa timur Abah Kirun didampingi Ketua pelaku seni sukowati Puguh Wicaksono dan Singgih yang ke duanya keponakan Dalang Alm.Ki Manteb Sudharsono. Karena dalam setiap dakwahnya beliau mengajak seniman setempat untuk terlibat.
Abah Kirun dalam tausiahnya yang sesekali disertai bahan lawakan atau guyonan menjadikan acara berlangsung menyenangkan,_”Rasah do sepaneng, urip kuwi mung mampir ngguyu…hati yang gembira adalah obat paling manjur, mulane atimu gawenen gembira terus, ojo gelem kalah karo soda, kerep kerepo nanggap aku ben uripmu gembiraria terus.._” celetuk beliau, disambut gelak tawa hadirin yang hadir.
Abah Kirun mendoakan seluruh tamu undangan, warga Bedoro dan pemerintah Sragen supaya diberikan kebaikan serta keberkahan,tak lupa beliau berpesan agar momentum ini digunakan untuk berlomba menebar kebaikan “eling lan waspada” dengan meningkatkan ibadahnya terutama membaca Alquran untuk meraih ketenangan dalam hidup. Dengan membaca Alquran di bulan puasa ini hidup kita menjadi tenang dan hati damai.
Dalam kegiatan ini juga ramai dipenuhi stand UMKM binaan Pemdes Bedoro dan Bank Jateng, panitia pelaksana juga memberikan santunan kepada anak-anak yatim dan dhuafa di lingkungan Desa Bedoro.
Rohmad M.








