Surakarta, petenews.co.id
Menengok ke Belakang Banjir Kota Semarang dan Demak :
Tahun 1989 Oktober jam 2 dini hari
tanggul kali garang Tugu Suharto jebol, tepatnya di Sampangan tak jauh dari Tugu Suharto. Puluhan nyawa melayang ratusan rumah tergenang sampai atap, jasad manusia tersangkut di jembatan kereta api banjir kanal barat.

Kejadian terulang lagi banjir lebih besar pada Tahun 1993, puluhan desa, ratusan rumah di Demak dan pesisir tenggelam. Sebulan lebih dan pantura lumpuh total, hanya perahu nelayan yang lalu lalang dari desa ke desa, antar bantuan dan evakuasi korban banjir di Demak dan daerah Poncol Semarang pun, tak lepas tergenang air pasang walau tidak ada hujan ketika itu.

Kenapa Masalah Ini Selalu Muncul . Akar masalah Banjir di hilir sebenarnya dari Hulu. Semarang hanya sebagi penerima kiriman dari atas Ungaran , Boja, sekitar dan juga Salatiga.
Banjir Semarang merupakan masalah klasik sudah puluhan Tahun. Lagu :
” Semarang Kaline Banjir ” ( Jangkrik Genggong) yang di lantunkan Waljinah,
Sudah tak asing di telinga kita di Th 1986
Menilik penyebab banjir di hilir
Mestinya hulu yg lagi sakit perlu di obati, bahu jalan semua di beton, kampung- kampung di hulu minim resapan air, jalan dan bahu jalan di beton, tak ada air yng meresap dan masuk tanah, belum lagi pemanfaatan hutan sosial sebagai lahan pertanian, yang kadang salah tehnis pembuatan terasering
yang akan memperparah kondisi luncuran air ke hilir ( Semarang juga Demak), 31/10/25.

Air akan mencari ruang, bukan salah Air jika dia genangi suatu tempat .dan parkir di sana. Tapi manusia manusia nya yang kurang peka terhadap Alam , Kurang peka memperlakukan Alam .
Langkah Taktis Pak Gub Jateng dengan di dorongnya pembangunan kolam Resisten Giand Sea Wall juga adanya Tanggul laut bisa selesaikan
masalah Banjir Tahunan dan banjir Rob ( air pasang laut ) di wilayah Semarang dan Demak.
Juga langkah Penanganan langsung terdampak banjir dengan mengerahkan Pompa2 dari BPBD dan Pusdataru merupakan langkah tepat dan cepat
kegiatan di hulu dengan mulainya gerakan pembuatan Resapan air ke tanah akan sangat berdampak baik menekan terjadinya penyebab banjir. Walau belum sempurna . Karna butuh Waktu dan Proses cukup lama . Perlu adanya Kepedulian Bersama sama .
Selamatkan yg Tersisa dari bahaya hujan yg jatuh ke Bumi.
DNG.














