Sukoharjo, petenews.co.id
Sosialisasi Program Ekosistem Pertanian dan Petani Gajian yang diselenggarakan di Gapoktan Makaryo Luhur, Dukuh Ngrombo, Desa Mertan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, berlangsung dengan penuh antusiasme dari para petani dan pemangku kepentingan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan transformasi sektor pertanian melalui pendekatan ekosistem yang terintegrasi, sebagaimana tindak lanjut dari koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan stakeholder terkait.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai unsur penting dalam penguatan sektor pertanian, dengan fokus utama pada implementasi program Petani Gajian sebagai model baru dalam meningkatkan kesejahteraan petani melalui kepastian pendapatan, akses pembiayaan, serta pendampingan berkelanjutan.

Sekretaris Jenderal DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah, Moh. Sigit, dalam pernyataannya menegaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret dalam menjawab persoalan klasik petani.
“Petani selama ini dihadapkan pada ketidakpastian hasil dan harga. Program Petani Gajian hadir sebagai solusi sistemik yang memberikan kepastian penghasilan sekaligus perlindungan dalam proses usaha tani. Ini bukan hanya program, tetapi gerakan perubahan,” ujarnya.
Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah, Wawan Pramono, menyampaikan komitmennya untuk mengawal implementasi program di seluruh wilayah Jawa Tengah.
“Kami melihat ini sebagai momentum besar untuk membangun kemandirian petani. Dengan dukungan ekosistem yang kuat, mulai dari pembiayaan, penjaminan hingga pemasaran, petani akan memiliki posisi tawar yang lebih baik dan mampu berkembang secara berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam pernyataannya memberikan apresiasi terhadap inisiatif kolaboratif yang dibangun dalam program ini.
“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sangat mendukung langkah-langkah inovatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Program Petani Gajian ini merupakan bentuk sinergi yang baik antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat. Harapannya, program ini dapat direplikasi di berbagai daerah dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh pihak dapat memiliki pemahaman yang sama dalam mengimplementasikan program secara optimal, serta mendorong percepatan terwujudnya ekosistem pertanian yang modern, berkelanjutan, dan menyejahterakan petani di Jawa Tengah.
MK.














