Hari Kedua Pelatihan TRC Jateng: Perkuat Komando Wilayah, RTL Ditandatangani, Enam Korwil Resmi Dibentuk

Ungaran, Semarang  Petenews .co.id. – Pelatihan Tim Reaksi Cepat (TRC) Provinsi Jawa Tengah memasuki hari kedua pada Minggu, 25 Januari 2026, dengan fokus penguatan sistem komando, koordinasi lapangan, dan keberlanjutan gerakan relawan kebencanaan. Kegiatan yang berlangsung di Wisma Jateng, Gedung PKK, Ungaran, Kabupaten Semarang ini menjadi penanda komitmen kuat lintas lembaga dalam membangun sistem respon bencana yang terintegrasi di Jawa Tengah.

Pada hari kedua, peserta mendapatkan materi utama dari Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah, yang menekankan pentingnya kesatuan komando dan kecepatan koordinasi dalam setiap penanganan bencana.

“Kunci keberhasilan penanganan bencana adalah satu komando, satu data, dan satu tujuan. Relawan TRC harus mampu bergerak cepat namun tetap berada dalam sistem, sehingga respon yang dilakukan aman, terukur, dan tidak tumpang tindih,” tegas Kepala BPBD Jateng dalam pemaparannya.

Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Pramana, kembali menegaskan bahwa kekuatan relawan tidak hanya terletak pada jumlah, tetapi pada kedisiplinan dan kepatuhan terhadap prinsip kemanusiaan.

“Relawan adalah wajah kemanusiaan di lapangan. Karena itu, kesiapan mental, etika, dan koordinasi harus berjalan seiring dengan keterampilan teknis. TRC Jateng hari ini telah menunjukkan kesiapan untuk naik kelas,” ujar Sarwa Pramana.

Momentum penting dalam pelatihan hari kedua ini adalah penandatanganan Rencana Tindak Lanjut (RTL) Pelatihan TRC Provinsi Jawa Tengah, sebagai komitmen bersama untuk mengimplementasikan hasil pelatihan secara nyata dan berkelanjutan di tingkat wilayah. RTL ini menjadi dasar penguatan sistem kerja TRC di seluruh kabupaten/kota.

Selain itu, juga disepakati pembentukan Koordinator Wilayah (Korwil) TRC di enam eks karesidenan se-Jawa Tengah, yaitu:

Karesidenan Semarang
Karesidenan Surakarta
Karesidenan Pati
Karesidenan Pekalongan
Karesidenan Banyumas
Karesidenan Kedu

Pembentukan Korwil ini bertujuan mempercepat koordinasi, distribusi relawan, dan respon lapangan saat terjadi bencana lintas kabupaten/kota.

Pelatihan secara resmi ditutup oleh Dewan Pembina TRC Jawa Tengah, Arif Yulianto (Gonteng), yang menyampaikan pesan kuat tentang tanggung jawab relawan pasca pelatihan.

“Pelatihan ini bukan akhir, tetapi awal dari pengabdian yang lebih besar. Setelah RTL ditandatangani dan korwil dibentuk, tidak ada lagi alasan untuk lambat bergerak. TRC harus hadir cepat, solid, dan memberi harapan bagi masyarakat yang terdampak bencana,” tegas Gonteng saat menutup kegiatan.

Dengan berakhirnya pelatihan dua hari ini, TRC Jawa Tengah bersama BPBD, PMI, dan mitra strategis lainnya menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sistem kesiapsiagaan, respon cepat, dan koordinasi kemanusiaan demi mewujudkan Jawa Tengah yang semakin tangguh terhadap bencana.(Ags)

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *