Sukoharjo, petenews.co.id
Gubernur Jawa Tengah bersama Bupati Sukoharjo Hj. Etik Suryani, SE., MM. Dan Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo, S.E. menghadiri kegiatan Panen Raya Padi Serentak di 14 Provinsi yang diselenggarakan secara hybrid bersama Presiden Republik Indonesia, Jenderal (Purn) H. Prabowo Subianto, pada Senin (7/4/25).
Disampaikan Gubenur Jawa Tengah Bapak Ahmad Lutfi pada agenda tersebut bahwa Jawa Tengah di targetkan tahun depan 11 juta ton, mulai bulan Januari sampai dengan bulan April kita sudah mampu mengelola penanaman padi 733 juta hektar dengan hasil 4 juta ton, di harapkan target nasional di dapat tercapai 16 % dari angka Nasional.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukoharjo serta perwakilan dari PT. Bulog. Acara ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan menstabilkan harga gabah petani di tingkat lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara virtual proses penyerapan gabah petani oleh Bulog dengan harga Rp6.500 per kilogram. Harga tersebut dinilai memberikan harapan dan kepastian bagi para petani dalam memperoleh keuntungan yang layak dari hasil panennya.

Selain itu, secara simbolis juga dilakukan penyerahan bantuan benih padi kepada para petani sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mendorong produktivitas pertanian nasional.
Wahyu Putranto, Wakil Komandan Tempur Tani Merdeka Indonesia yang di dampingi Gigih Ketua Tani Merdeka Sukoharjo yang membawa 300 Kadernya dan Waluyo ketua Satgas Tani Merdeka Sukoharjo , yang juga ikut menghadiri menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian. “Kami sangat mendukung langkah ini. Dengan adanya penyerapan gabah dan bantuan benih, petani akan semakin semangat dalam menggarap lahan dan meningkatkan hasil panen,” ujarnya.
Kegiatan panen raya ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta para pemangku kepentingan dalam memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi kedaulatan pangan Indonesia.
Yona-Doris












