Jakarta, petenews.co.id
Saudara-saudara rakyat Indonesia, pekerja, petani, nelayan, pemuda revolusioner, serta kader-kader Partai Rakyat yang tak pernah padam! Sebagai Ketua Umum Partai Rakyat, saya menulis untuk kita semua, bukan untuk membuai kaum elit, tetapi untuk membuka mata kita terhadap krisis akut yang mencengkeram bangsa ini, 6 April, 2025.
Kemiskinan, ketimpangan, dan eksploitasi adalah wajah sebenarnya dari sistem yang kita jalani hari ini. Revolusi belum selesai—dan Partai Rakyat adalah obor yang akan menerangi jalan menuju keadilan sosial!
Lihatlah penderitaan di sekitar kita. Petani kehilangan tanah karena cengkeraman tuan tanah dan korporasi, buruh di kota diperas dengan upah murah yang bahkan tidak cukup untuk membeli nasi sepiring, dan nelayan hanya bisa menonton laut mereka dirampok secara ugal-ugalan. Hutan kita dibabat habis, laut kita tercemar—semua demi kekayaan segelintir borjuis yang berkolusi dengan para imperialis. Partai Rakyat menyerukan: kekayaan alam ini milik kita, rakyat pekerja, bukan milik para oligarki dan kaum plutokrat.
Ekonomi kita adalah ekonomi jongos. Kita mengekspor bahan mentah—nikel, sawit, timah—dengan harga murah, lalu mengimpor barang jadi dengan utang yang mencekik leher. Ini bukan pembangunan, ini perampokan terbuka oleh kekuatan global! Pasar dunia mengguncang kita, harga komoditas dikuasai asing, dan rakyat hanya jadi alas kaki bagi para investor. Partai Rakyat menuntut: hentikan ekspor mentah, bangun industri rakyat, dan putuskan rantai ketergantungan ini—kita harus mandiri, bukan jadi jongos imperialisme!
Dalam geopolitik, kita terperangkap di tengah perebutan kekuasaan. Laut Cina Selatan jadi arena adu kuat imperialis Barat dan Timur, mengincar laut kita sebagai mangsa. Indonesia seharusnya bukan pion, tetapi kekuatan yang disegani! Partai Rakyat mengajak kalian: perkuat persatuan rakyat untuk menjaga kedaulatan, tolak tekanan asing yang ingin menjadikan kita budak di panggung dunia. Kita bukan bagian dari blok mana pun—kita adalah suara rakyat yang menolak penjajahan baru!
Krisis iklim mengancam hidup kita. Pulau-pulau kecil tenggelam, banjir dan kekeringan melanda, sementara kapitalis global terus merusak bumi demi keuntungan. Imperialisme hijau memaksa kita membayar dosa mereka! Partai Rakyat menyerukan perlawanan: tanam kembali hutan, bersihkan laut, dan bangun sistem yang melindungi bumi kita. Rakyat harus jadi pelopor, bukan korban dari kehancuran yang diciptakan oleh keserakahan asing.
Geoekonomi kita lemah karena dikuasai pasar global. Ketergantungan pada investasi asing membuat kita rentan, sementara teknologi jadi alat penjajahan baru yang memperbudak pikiran dan tenaga kita. Partai Rakyat mengajak pemuda: rebut teknologi, kuasai ilmu, dan jadikan itu senjata untuk membebaskan bangsa! Ekonomi harus dikuasai rakyat—dari ladang, pabrik, hingga perdagangan—bukan oleh oligarki yang hidup dari keringat kaum tertindas.
Laut dan pulau-pulau kita adalah benteng strategis yang kini rapuh. Illegal fishing merajalela, pulau terluar dibiarkan mati, karena sistem ini tak peduli pada kedaulatan. Partai Rakyat menuntut: laut harus dijaga oleh kekuatan rakyat, pulau-pulau terluar dihidupkan sebagai garis depan martabat bangsa! Ini bukan soal peta, ini soal harga diri kita yang tak boleh dijual kepada perampok mana pun.
Persatuan adalah kekuatan kita, tetapi para komprador dengan sengaja memecah kita menggunakan sentimen SARA, agar kita abai terhadap perampokan sumberdaya alam yang dilakukan korporasi-korporasi multinasional asing. Partai Rakyat memanggil kalian: satukan barisan, dari Sabang sampai Merauke, dari buruh hingga petani! Hanya dengan organisasi rakyat yang kuat kita bisa mengusir para perampok asing dan membangun demokrasi yang berpihak pada kesetaraan.
Sosialisme adalah jalan kita. Kapitalisme telah gagal—ia melahirkan kemiskinan, ketimpangan, dan kehancuran bumi. Partai Rakyat bukan sekadar penutup luka, kita adalah pelopor revolusi yang skematik; rekonstruksi total! Kita akan menyusun Indonesia baru: negara rakyat pekerja di mana kekayaan dibagi adil, produksi dikuasai bersama, dan imperialisme diusir. Ini bukan mimpi, ini tugas yang harus kita wujudkan bersama.
Saudara-saudara sevisi seperjuangan, seluruh rakyat Indonesia! Saya, Arvindo Noviar, sebagai Ketua Umum Partai Rakyat, mengajak kita untuk bangkit dengan perkasa. Maka, organisir diri, lawan kapitalisme, feodalisme, dan imperialisme dengan semangat yang berapi-api! Partai Rakyat adalah suara kalian, tangan kalian, dan harapan kalian. Bersama, kita rebut kedaulatan rakyat—rekonstruki total menanti, rakyat berkuasa, maka negara akan berdaulat!
Red.












