Demak, petenews.co.id
Wiwitan Nandur Pari adalah tradisi ritual masyarakat Jawa yang dilakukan sebelum musim tanam padi dimulai, sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan dan penghormatan kepada bumi, serta permohonan kelancaran dan keberkahan pada proses bercocok tanam padi, 27/8/25.
Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Distanbun Prov, BBWS Pemali Juwana, Dintaru, Pertamina, Bank Indonesia, Pemkab Demak dan juga Pemerintah Desa Dukun.

Sinergi penanaman sawah pascabanjir melibatkan strategi adaptif dan inovatif untuk memulihkan dan meningkatkan produktivitas lahan, seperti menggeser waktu tanam, menggunakan varietas padi yang tahan genangan atau cepat panen, pemanfaatan teknologi pertanian modern, serta pengelolaan risiko melalui penyulaman dan pola tanam yang tepat untuk menghadapi potensi banjir dan kekeringan di masa mendatang.

Strategi Adaptif dan Inovatif:
Penggeseran Waktu Tanam: Petani dapat menggeser jadwal tanam untuk menghindari puncak musim banjir, atau justru menanam lebih awal saat potensi banjir rendah.
Varietas Padi Unggul:
Memilih varietas padi yang tahan terhadap genangan (varietas padi banjar) atau yang memiliki siklus tanam lebih pendek dapat membantu mengurangi kerugian akibat banjir dan mempersingkat waktu pemulihan.
Teknologi Pertanian:
Menggunakan teknologi seperti varietas padi hibrida atau sistem tanam jajar legowo dapat meningkatkan hasil panen, meskipun mungkin memerlukan adaptasi khusus terhadap hama dan penyakit yang muncul pascabanjir.

Strategi Penanaman Ulang dan Pengelolaan Risiko:
Penyulaman (Tanam Ulang):
Jika banjir menyebabkan kerusakan pada tanaman yang baru tumbuh, petani perlu melakukan penyulaman atau menanam kembali untuk mengisi kekosongan lahan dan memaksimalkan potensi hasil panen.
Peningkatan Benih:
Ketersediaan dan kesiapan benih unggul sangat penting untuk memulihkan lahan yang terkena banjir, karena seringkali petani membutuhkan benih lebih banyak untuk penyulaman atau tanam ulang.
Pengendalian Hama dan Penyakit:
Setelah banjir, lahan seringkali rentan terhadap serangan hama seperti keong mas, penggerek batang, dan penyakit lain. Strategi penanaman harus diimbangi dengan pengendalian hama terpadu untuk menjaga kesehatan tanaman padi.
Pemanfaatan Sistem Pertanian Berkelanjutan:
Pengembangan Sistem Pertanian Berkelanjutan: Secara jangka panjang, pengembangan sistem pertanian yang berkelanjutan dapat membantu mengurangi risiko banjir dan meningkatkan ketahanan iklim, sehingga petani lebih siap menghadapi kondisi ekstrem di masa mendatang.
Matdadi.














