PPK Ormawa 2025 Jadi Wadah Sinergi KSI FP UNS Pengembangan Pilot projek Smart Farming Jamur Kuping

Karanganyar, Petenews.co.id

KSI FP UNS resmi lolos pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) tahun 2025. Program ini merupakan inisiatif dari Belmawa Kemendiktisaintek untuk mendorong kontribusi organisasi kemahasiswaan dalam pembangunan desa. KSI FP UNS menjadi salah satu dari ratusan tim terpilih secara nasional. Keikutsertaan ini menjadi bentuk komitmen mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan di masyarakat. Pelaksanaan program akan berlangsung selama kurang lebih lima bulan dengan pendampingan dari dosen pembimbing (Raden Kunto Adi, S.P., M.P.) dan mitra desa Kelompok Taruna Tani Sumber Gede ( 10/06/2025 ).

PPK Ormawa KSI FP UNS mengusung visi pengembangan pertanian berbasis teknologi melalui pendekatan smart farming. Program ini bertujuan memperkenalkan sistem budidaya pertanian presisi skala kecil yang adaptif terhadap kebutuhan petani muda. Fokus kegiatan diarahkan pada penerapan smart farming dalam budidaya jamur kuping bersama Kelompok Tani Ternak (KTT) Sumber Gede, Desa Karangbangun, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar. Melalui kolaborasi ini, KSI FP UNS berharap dapat memperkuat praktik budidaya yang efisien dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan PPK Ormawa KSI FP UNS di Desa Karangbangun diawali dengan koordinasi intensif Bersama KTT Sumber Gede. Langkah awal yang telah terlaksana adalah kegiatan bersih-bersih lahan yang nantinya akan digunakan sebagai lokasi pembangunan kumbung jamur kuping berbasis teknologi smart farming. Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya kolaborasi lapangan antara mahasiswa dan petani muda di desa. Setelah tahapan ini, program akan dilanjutkan dengan pembangunan kumbung, instalasi sistem Internet of Things (IoT), serta sosialisasi, dan pelatihan-pelatihan yang mendukung penerapan smart farming dalam budidaya jamur kuping. Seluruh tahapan akan dilaksanakan secara bertahap selama lima bulan ke depan.

Program ini bertujuan untuk menciptakan model pertanian jamur kuping yang lebih efisien dan berkelanjutan. Manfaat yang diharapkan tidak hanya dirasakan oleh KTT Sumber Gede sebagai pelaku utama budidaya, tetapi juga oleh mahasiswa sebagai pelaku pembelajar dalam pengembangan teknologi terapan di lapangan. Sistem smart farming yang akan diterapkan memungkinkan pengendalian suhu, kelembapan, dan penyemprotan dilakukan secara otomatis dan presisi. Di samping itu, kegiatan ini juga akan mengangkat potensi lokal berupa limbah sekam padi sebagai bahan alternatif pembuatan baglog, sehingga juga mendukung konsep pertanian ramah lingkungan.

Seluruh kegiatan PPK Ormawa akan dijalankan dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif, mengusung semangat gotong royong antara mahasiswa, masyarakat desa, dan mitra terkait. Ke depan, akan dilaksanakan pelatihan pembuatan baglog, diversifikasi produk jamur kuping, pengemasan, pemasaran digital, serta pembentukan kelembagaan pengelola rumah jamur. Program ini juga diharapkan menjadi ruang tumbuhnya inovasi dan jejaring kerja sama melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan unsur akademisi, komunitas, pelaku bisnis, pemerintah, dan media.

Smart Farming diharapkan menjadi solusi peningkatan hasil jamur kuping.

Yona

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *