623 P3K Pemprov Jateng Ikut Orientasi Pengenalan Nilai dan Etika Instansi

Semarang, petenews.co.id

Sebanyak 623 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, mengikuti orientasi Pengenalan Nilai dan Etika Intansi Pemerintah bagi PPPK Provinsi Jawa Tengah, angkatan 3 s.d 10.

Kegiatan dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, secara daring, dari kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Jumat, 31 Oktober 2025.

Dalam paparannya, Sumarno berpesan memberikan apresiasi kepada P3K yang akan bergabung sebagai bagian dari pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Meskipun, sebagian besar sudah ada yang berinteraksi dan menjadi bagian dari penyelenggaran pemerintah provinsi.

“Sebelumnya sudah ada yang berinteraksi, dan saat ini menjadi bagian dari ASN Pemprov Jateng,” kata Sumarno.

Disampaikan, kedudukan saat ini sebagai ASN Pemprov, harus disyukuri. Sebagai bentuk syukur, dengan menjalankan amanah yang melekat di dalam diri setiap P3K.

“Dalam menjalankan amanah, kita harus tahu ilmunya, baik itu menyangkut tata kelola, kode etik, serta apa saja tanggung jawab dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sumarno mengingatkan apabila P3K bekerja untuk melayani masyarakat. Sebagai abdi masyarakat, yang ditanamkan adalah melayani, bukan menjadi tuan. Oleh karenanya, ditekankan kepada para ASN P3K menjalankan tugas dengan ikhlas dan semata-mata hanya mengharap ridha Allah SWT.

“Tanamkan pada diri kita bahwa bekerja adalah ibadah, untuk menggapai rizki yang halal untuk anak-anak dan keluarga,” kata Sumarno.

Sementara itu, Kepala BPSDMD Jateng, Uswatun Hasanah, mengatakan, para ASN P3K ini akan mengikuti masa orientasi yang dilaksanakan pada periode 31 Oktober – 5 Desember 2025. Peserta akan dibagi empat gelombang dengan sembilan hari kerja. Terdiri dari full inline 4 hari, mentoring 4 hari, dan seminar 1 hari. Dari jumlah peserta, 600 orang di antaranya adalah guru, dan 23 lainnya tenaga teknis. (*)
[31/10 15.17] +62 812-2929-5566: *RILIS SEKDA2*

Usung Tema Speling, Ninit Raih Predikat Terbaik II Pelatihan Kepemimpinan Nasional

SEMARANG – Dua pejabat Struktural Eselon II Pemprov Jawa Tengah, masuk dalam sepuluh besar terbaik, dan memperoleh predikat “Sangat Memuaskan”, pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2025.

Keduanya adalah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, July Emylia, dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar.

Bahkan, Yunita yang akrab disapa Ninit, meraih predikat peserta Terbaik Peringkat II, untuk tema Speling Melesat (Layanan Dokter Spesialis Keliling, Strategi Mendekatkan Layanan Masyarakat).

Yunita bersama empat peserta terbaik lainnya, memperoleh penghargaan pada penutupan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2025 yang berlangsung di Gedung Sasana Widya Praja BPSDMD Jawa Tengah, Jumat, 30 Oktober 2025.

Pada pelatihan ini, 52 peserta dinyatakan lulus 100 %, dengan 10 orang memperoleh predikat sangat memuaskan, dan 42 peserta mendapatkan predikat memuaskan.

Adapun peserta terbaik Peringkat I diraih Arif Triyanto (Pemkab Banyumas), Peringkat III Agus Anggraito (Pemkab Banyumas), Peringkat IV oleh Ellya Hidayah (Pemkab Tegal), dan Peringkat V diraih Budi Prakosa (Pemkot Semarang).

Dalam sambutannya saat menutup pelatihan, Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN Lembaga Administrasi Negara RI, Tri Widodo Wahyu Utomo mengatakan, kepempimpinan yang menonjolkan kearifan lokal, menjadi nilai kontekstual yang menunjukkan pemimpin yang berani dan mampu menjawab tantangan untuk beradaptasi dengan lingkungan. Hal itu dikemukakan

Tri Widodo, demikian sapaan akrabnya, memberikan apresiasi dengan slogan Pemprov Jateng, “Ngopeni Nglakoni” yang menggambarkan tugas pemimpin untuk “ngopeni”, yang berarti memelihara. “Apa yang dipelihara bukan hanya fisik, seperti pemeliharaan infrastruktur, gedung atau jalan semata, tetapi semua harus diperlihara, masyarakatnya dan semua aset yang ada di dalamnya,” kata Tri Widodo, ditemui usai acara.

Dia mengatakan, nilai kearifan lokal yang mewarnai kepemimpinan di Jawa Tengah tidak terlepas dari slogan “Memayu Hayuning Bawana” yang menjaga keseimbangan antara alam dengan sesama. Ini bermakna menjaga kelestarian dan keseimbangan antara pemimpin, masyarakat, dan lingkungan untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan wakil gubernur Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin). Sebagaimana filosofi kepemimpinan yang diajarkan Ki Hajar Dewantoro, Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani.

Dia berharap, nilai kepemimpinan dari Jawa Tengah tersebut akan dapat mewarnai di tempat kerja sepulang dari mengikuti pelatihan. Tujuan utamanya adalah terjaganya integritas para pemimpin yang mengikuti pelatihan. “Sebagai teladan, pemimpin harus memiliki integritas, jika ini sudah terwujud, bawahan pun akan sungkan atau takut untuk tidak melakukan hal yang sama,” kata Sumarno.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah Uswatun Hasanah, dalam laporannya, menyampaikan, pelatihan dilaksanakan sejak 1 Juli sampai dengan 31 Oktober 2025. Diikuti 52 peserta dari pejabat struktural Eselon II, yang terdiri dari 25 orang dari kabupaten/kota di Jawa tengah, 23 orang dari kabupaten/kota luar Jateng, 2 orang dari provinsi Jateng, dan 2 orang dari luar Provinsi Jateng.

Red.

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *