USUT TUNTAS TEROR PEMBAKARAN WARUNG DI PARANGJORO, POLRES SUKOHARJO GANDENG DENSUS 88 ANTITEROR

SUKOHARJO, petenews.co.id

Aparat penegak hukum di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tengah bekerja ekstra keras mengusut tuntas insiden penyerangan, perusakan, serta pembakaran yang menghantam warung Mi dan Babi Tepi Sawah. Peristiwa mencekam yang diduga melibatkan komplotan orang tidak dikenal (OTK) ini terjadi di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, pada Sabtu dini hari tanggal 12 September 2026.

Guna mengungkap tabir gelap di balik aksi teror tersebut, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sukoharjo tidak bekerja sendirian. Kepolisian secara resmi menggandeng Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri beserta Tim Jatanras Polda Jateng untuk melakukan investigasi mendalam dan memburu para pelaku yang masih berkeliaran.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, dalam keterangannya menyampaikan bahwa proses penyidikan saat ini sedang berjalan secara intensif. Sejauh ini, pihak kepolisian telah memeriksa sebanyak 12 orang saksi di Mapolres Sukoharjo untuk dimintai keterangan secara maraton. Para saksi yang telah menjalani pemeriksaan tersebut mencakup pemilik warung hingga dua orang karyawan yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Selain keterangan saksi, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti penting dari tempat kejadian perkara (TKP).

“Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendalami rangkaian kejadian, mengidentifikasi para pelaku serta mengungkap motif di balik aksi pembakaran,” ujar AKBP Anggaito Hadi Prabowo melalui keterangan resmi. Meski demikian, pihak kepolisian menyatakan bahwa proses penyelidikan masih berada di tahap pengembangan. Aparat belum dapat menyimpulkan secara pasti apa motif di balik penyerangan tersebut ataupun memastikan apakah ada keterlibatan pihak-pihak tertentu sebelum seluruh rangkaian investigasi dinyatakan rampung secara menyeluruh.

Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, teror yang dilakukan oleh empat orang tidak dikenal pada dini hari tersebut menimbulkan kerusakan yang cukup parah. Pengelola warung, Jodi Sutanto, mengungkapkan bahwa amukan api menghanguskan bagian atap satu unit gudang penyimpanan barang bekas serta tempat tidur karyawan. Tidak hanya itu, sejumlah inventaris penting milik usaha kuliner tersebut turut dirusak dan dibakar, termasuk satu unit sepeda motor milik karyawan.

Jodi merincikan bahwa kerugian material akibat aksi brutal ini diperkirakan mencapai kisaran Rp30 juta. Berbagai aset penunjang operasional usaha hancur lebur, mulai dari genset, mesin-mesin pendukung, mesin DVR, televisi, komputer kasir, hingga perangkat tablet yang biasa digunakan untuk bertransaksi.

Hingga saat ini, garis polisi atau police line masih membentang di sekeliling area warung. Langkah sterilisasi ini diambil agar tim penyidik leluasa melakukan olah tempat kejadian perkara lanjutan guna mengumpulkan petunjuk sekecil apa pun. Akibat penutupan ini, seluruh aktivitas operasional dan kegiatan usaha di lokasi tersebut untuk sementara waktu harus dihentikan total.

Polres Sukoharjo berkomitmen untuk terus mengusut kasus ini sampai tuntas agar duduk perkara terlihat terang benderang. Polisi berjanji akan menyeret pihak-pihak yang bertanggung jawab atas aksi pembakaran ini ke muka hukum demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sukoharjo dan sekitarnya. Publik kini menanti langkah tegas dan hasil kerja dari tim gabungan kepolisian dalam membongkar identitas serta motif di balik teror berdarah ini.

NN.

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *