Geliat Literasi Berbalut Budaya: Aksi Ratusan Bocah Warnai Hari Kedua Solo Literacy Festival 2026 dengan Doorprize Menggiurkan

SURAKARTA, petenews.co.id

Suasana di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman, Gajahan, Pasar Kliwon, tampak riuh dan penuh warna pada Jumat pagi, 18 September 2026. Memasuki hari kedua penyelenggaraannya, Solo Literacy Festival (SLF) 2026 menyuguhkan pemandangan yang hangat melalui kegiatan lomba mewarnai anak yang sukses menarik perhatian ratusan pengunjung cilik bersama orang tua mereka.

Sebagai wartawan petenews, saya memantau langsung bagaimana gelaran yang berlangsung gratis ini mampu memadukan edukasi kreatif dengan hiburan interaktif sejak pagi hari. Gelaran lomba mewarnai ini tidak sekadar mengasah kreativitas seni anak-anak, tetapi juga menjadi wadah menyenangkan untuk mengenalkan kecintaan membaca sejak dini di lingkungan cagar budaya yang kaya akan sejarah.

Antusiasme peserta cilik terlihat memuncak ketika panitia mengumumkan pembagian doorprize utama berupa dua buah sepeda bagi peserta paling beruntung dan kreatif. Sorak-sorai gembira anak-andak dan tepuk tangan orang tua bergemuruh di halaman pendopo ketika pemenang diumumkan, menghadirkan energi positif yang menghidupkan jantung Kota Surakarta.

Menjaga Nyala Literasi di Ruang Heritage Sejak dibuka resmi pada Kamis (17/9/2026), festival yang dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu (19/9/2026) ini terus konsisten menghadirkan ruang publik yang inklusif.

Tidak hanya berfokus pada pameran dan bazar buku murah dari berbagai penerbit, SLF 2026 juga merangkul ekosistem kreatif lokal secara menyeluruh melalui diskusi buku, pemutaran film independen, hingga temu komunitas litera.

Pihak penyelenggara menyampaikan bahwa pemilihan Ndalem Djojokoesoeman sebagai lokasi acara memiliki misi khusus. Perpaduan antara bangunan heritage berarsitektur klasik dan dinamika literasi modern terbukti efektif mendobrak kesan bahwa literasi adalah aktivitas yang kaku. Di tempat ini, tradisi membaca dirajut berdampingan dengan pelestarian budaya lokal.

Semarak Panggung Ekspresi dan UMKM
Kemeriahan festival ini dipastikan tidak akan surut hingga malam penutupan. Berbagai program unggulan seperti talkshow inspiratif dan Heritage Walking Tour bersama Soerakarta Walking Tour terus bergulir memikat wisatawan luar kota.

Menjelang sore hingga malam hari, panggung utama atau Panggung Ekspresi Aksara bersiap memanjakan pengunjung lewat suguhan seni lintas genre. Sejumlah musisi dan seniman berbakat, mulai dari Sunyiruri x Figura Renata, Antara, The Pist, 1978 Kos, Sentra Terpadu Soeharso, Rona Effect, hingga Sekar Jagad, dijadwalkan bergantian menghibur penonton.

Selain menjadi surga bagi para pencinta buku dan seni, perhelatan ini juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar. Puluhan stan bazar UMKM kuliner tradisional dan kerajinan tangan tertata rapi, memberikan ruang gerak bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan perekonomian mereka.

Dengan akses masuk yang terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya, Solo Literacy Festival 2026 berhasil membuktikan diri sebagai agenda wisata kreatif pilihan utama di Kota Solo. Festival ini tidak sekadar merayakan kecintaan pada literasi, tetapi juga merawat warisan budaya bangsa agar tetap hidup di tengah dinamika zaman modern.

NN.

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *