Paryanto Pembina PasGib Menolak Kepala Daerah Dipilih Oleh DPRD.

Solo, petenews.co.id

Kerabat dekat Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia [ PSI ] dan mengaku pernah tinggal serumah dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka, Paryanto Tolak Kepala Daerah Dipilih Oleh DPRD.

Bendahara Umum Relawan Pasukan Devid [ RPD ] dan Pembina PasGib Indonesia organ relawan 02 yang di pilkada kemarin turut andil sukses mengantarkan Ahmad Luthfi – Gus Yasin sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur jawa tengah serta Agus irawan – Dwi Fajar sebagai bupati dan wakil bupati boyolali periode 2024-2029.
Sebagai Pembina PasGib Indonesia organ Relawan Prabowo Gibran mengajak seluruh elemen masyarakat melek politik dengan menolak wacana Pilkada yang dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Menurut Paryanto mekanisme pemilihan kepala daerah langsung oleh rakyat adalah simbol kedaulatan rakyat yang harus tetap dijaga dan jangan rampas hak pilih nya.

“Pilkada langsung adalah wujud nyata partisipasi rakyat dalam menentukan pemimpinnya bukan hanya kemauan keinginan partai semata. Mengembalikannya ke DPRD sama saja seperti mengabaikan hak rakyat yang selama ini telah diperjuangkan melalui reformasi,” ujar Paryanto dalam pernyataan resminya kepada Ka-Korwil PeteNews Solo Raya,Senin (16/12) di sebuah Coffee Shop Mall Solo Square.

Paryanto mengingatkan bahwa pemilihan kepala daerah oleh DPRD rentan terhadap praktik politik uang dan transaksi kepentingan. Ia khawatir sistem ini akan menghasilkan pemimpin yang tidak memiliki legitimasi kuat di mata masyarakat. “Kita tidak ingin kepala daerah yang dipilih hanya untuk memenuhi kepentingan kelompok elite politik, tanpa mempertimbangkan aspirasi rakyat banyak,” tegasnya.

Sebagai salah satu leader di organ relawan yang solid mendukung pasangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024, Paryanto juga mengajak kepada seluruh pendukung pasangan ini untuk bersuara mengkaji ulang rencana tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat demokrasi dan memastikan bahwa rakyat tetap menjadi pihak yang memegang kendali dalam menentukan pemimpin daerah mereka dan bukan segelintir elit politik. “Semangat Prabowo-Gibran adalah membangun Indonesia yang demokratis dan berkeadilan. Langkah ini jelas bertentangan dengan visi tersebut,” tambahnya.

Paryanto juga mengajak semua elemen masyarakat, termasuk akademisi, tokoh agama, aktivis, dan organisasi masyarakat, untuk bersatu melawan wacana ini. Ia percaya bahwa kekuatan rakyat mampu menjaga keberlanjutan sistem Pilkada langsung. “Pilkada langsung adalah bukti nyata bahwa rakyat memiliki kekuasaan penuh dalam memilih pemimpin. Jangan biarkan hak ini dirampas oleh kepentingan segelintir pihak,” ungkapnya.

Kami yakin Bapak Prabowo Subianto selaku presiden Republik Indonesia cinta demokrasi dan punya keinginan memajukan Bangsa Indonesia yang berdaulat,
akhir pernyataannya Paryanto menyampaikan bahwa organ relawan Pasgib dan RPD akan terus berkomitmen bergerak memperjuangkan hak rakyat dan menjaga semangat reformasi perubahan khususnya di Kabupaten Boyolali dengan mengawal program Prabowo Gibran, Gubernur dan Bupati Terpilih berharap dengan dukungan penuh dari para pendukung Prabowo-Gibran dan elemen masyarakat lainnya, upaya mengembalikan Pilkada kepada DPRD dapat dihentikan. “Mari bersama kita jaga demokrasi Indonesia. Pilkada langsung adalah milik rakyat, dan kita tidak akan menyerah untuk mempertahankannya,” tutup Paryanto.

Harmoko.

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *