Jakarta, petenews.co.id
Dunia perpolitikan tanah air kembali diguncang komedi putar. Rencana safari politik mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Nusa Tenggara Timur (NTT) sukses membuat tensi politik naik, sekaligus membuat netizen geleng-geleng kepala sampai encok.
Bagaimana tidak? Pihak sana bilangnya “Pakde sudah pensiun, sudah tidak punya pengaruh, cuma remahan rengginang di dalam kaleng biskuit Khong Guan.” Tapi begitu mendengar rombongan Pakde mau terbang ke NTT, mendadak ada yang keringat dingin seperti melihat mantan bawa pasangannya ke kondangan.
Katanya Cuek, Kok Goyang Dombret?
Fenomena ini sungguh ajaib. Ibarat ada orang yang teriak-teriak, “Saya sudah move on dan sama sekali tidak peduli!” tapi diam-diam bikin akun palsu demi memantau Instagram Story sang mantan setiap lima menit sekali.
Melihat reaksi super panik dari partai warna merah berlambang hewan bertanduk itu, netizen pun tidak bisa menahan jempolnya untuk tidak berkomentar julid:
✍️”Katanya sudah tidak sakti, tapi kok baru dengar namanya disebut saja langsung pada senam irama?” tulis salah satu netizen.”
✍️Ini konsepnya benci tapi rindu, atau takut basis massanya kena tikung di sepertiga malam?” sahut yang lain.
Alasan Ijazah yang Agak Laen
Yang paling membuat publik geleng-geleng kepala adalah syarat yang diajukan oleh elite banteng. Mereka meminta Pakde berpikir ulang, bahkan menyarankan safari politiknya diganti jadi “Safari Pamer Ijazah Asli” di depan masyarakat NTT.
Ini sungguh sebuah plot twist komedi yang di luar prediksi BMKG! Sejak kapan agenda menyapa warga syaratnya harus membawa dokumen akademik? Apakah nanti di NTT Pakde mau melamar kerja jadi staf tata usaha atau mendaftar kuliah jalur mandiri?
Pendukung Pakde pun langsung pasang badan sambil tertawa renyah. Mereka menyarankan pihak yang panik untuk meminum teh hangat dan melakukan meditasi agar pikiran lebih tenang. Lagipula, NTT kan bukan milik satu warna saja. Semua orang bebas piknik ke sana, mau makan se’i sapi atau sekadar menikmati indahnya Labuan Bajo tanpa harus bawa-bawa map berisi ijazah legalisir.
Kesimpulan: Siapa yang Ketar-Ketir?
Pada akhirnya, panggung politik kita memang selalu berhasil menghibur melebihi komedian tunggal papan atas. Rumusnya sederhana: semakin keras teriakan penolakan, semakin terlihat jelas siapa yang sebenarnya sedang ketar-ketir dan takut kehilangan panggung.
Kita tunggu saja kelanjutan sinetron ini. Apakah Pakde jadi berangkat, atau pihak sana yang akhirnya memilih untuk membeli tiket liburan juga demi menenangkan diri? Selama janur kuning belum melengkung, eh maksudnya selama safari belum berjalan, mari kita siapkan camilan untuk menonton drama politik komedi ini!
✍️ Lentera Merah Putih
Red.














