PTMSI JAWA TENGAH PERJUANGKAN PENDIDIKAN DAN PRESTASI ESA KURNIA AKBAR AGAR BERJALAN SEIRING

SEMARANG, petenews.co.id

Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Jawa Tengah menunjukkan komitmennya dalam memberikan perhatian terhadap keberlanjutan prestasi sekaligus pendidikan para atlet muda. Hal tersebut diwujudkan melalui upaya koordinasi dan komunikasi terkait masa depan atlet tenis meja potensial Jawa Tengah, Esa Kurnia Akbar, atlet kelompok umur KU-15.

Esa Kurnia Akbar merupakan salah satu atlet muda tenis meja Jawa Tengah yang dinilai memiliki potensi untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi prestasi bagi Jawa Tengah. Di tengah proses pembinaan dan persiapan menghadapi berbagai kejuaraan, PTMSI Jawa Tengah juga memberikan perhatian serius terhadap keberlangsungan pendidikan Esa.

Sebelumnya, terdapat persoalan terkait status pendidikan Esa di SMP Negeri 2 Punggelan, Kabupaten Banjarnegara. Esa yang sebelumnya berada di kelas IX menghadapi persoalan administrasi dan kehadiran di sekolah sehingga muncul wacana untuk menempatkannya kembali di kelas VIII.

Kondisi tersebut kemudian menjadi perhatian PTMSI Jawa Tengah. Bagi PTMSI Jateng, pembinaan atlet usia muda tidak dapat dilepaskan dari aspek pendidikan. Prestasi olahraga dan pendidikan harus dipersiapkan secara seimbang agar atlet memiliki masa depan yang tetap terjamin, baik sebagai olahragawan maupun sebagai generasi muda yang memperoleh pendidikan secara layak.

Atas dasar itu, PTMSI Jawa Tengah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi terbaik bagi keberlanjutan pendidikan dan karier olahraga Esa.

Ketua Umum PTMSI Jawa Tengah, Brigjen Pol (Purn) Lukas Arry Dwiko Utomo, menegaskan bahwa perhatian terhadap atlet muda tidak hanya sebatas bagaimana mereka meraih prestasi di meja pertandingan, tetapi juga memastikan pendidikan mereka tetap berjalan.

> “Kami melihat Esa sebagai atlet muda yang memiliki potensi dan masa depan di tenis meja. Namun, prestasi olahraga tidak boleh membuat pendidikan anak terabaikan. Keduanya harus berjalan seiring. Karena itu, kami berusaha mencarikan solusi yang terbaik agar pendidikan Esa tetap berlanjut sekaligus pembinaannya sebagai atlet dapat dilakukan secara maksimal,” ujar Lukas.

Menurut Lukas, pembinaan atlet usia muda membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak. Sekolah, orang tua, organisasi olahraga, pelatih serta pemerintah perlu berkomunikasi untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan atlet tetap memperoleh pendidikan sekaligus menjalani latihan secara optimal.

> “Kami ingin atlet-atlet muda Jawa Tengah memiliki masa depan yang lengkap. Mereka boleh mengejar prestasi setinggi-tingginya, tetapi pendidikan tetap harus menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka. Ini merupakan tanggung jawab bersama untuk memberikan ruang dan solusi terbaik bagi atlet,” lanjutnya.

# Diharapkan Tetap di Kelas IX dan Melanjutkan Sekolah di Semarang

Dalam koordinasi yang dilakukan, salah satu harapan yang disampaikan adalah agar Esa tetap dapat melanjutkan pendidikan di kelas IX, sehingga dapat mengikuti tahapan pendidikan SMP sebagaimana mestinya dan selanjutnya mengikuti ujian sekolah.

Selain itu, terdapat rencana untuk memfasilitasi perpindahan sekolah Esa ke Semarang. Langkah tersebut diharapkan dapat mendekatkan lokasi pendidikan dengan pusat latihan tenis meja di PPLP GOR Jatidiri Semarang, sehingga waktu dan energi atlet dapat lebih efektif untuk mengikuti program latihan.

Dengan lokasi sekolah yang lebih dekat dengan tempat latihan, Esa diharapkan dapat mengikuti pendidikan secara normal sekaligus menjalani program latihan secara lebih intensif dan terukur.

Kabid Binpres PTMSI Jawa Tengah, Widodo, mengatakan bahwa pembinaan atlet muda memang harus dilakukan secara komprehensif. Menurutnya, keberlanjutan prestasi harus dipikirkan bersamaan dengan keberlanjutan pendidikan dan kondisi psikologis atlet.

> “Dalam rapat dan koordinasi yang kami lakukan, intinya adalah bagaimana keberlanjutan prestasi dan pendidikan Esa dapat berjalan seiring. Kami berharap kondisi ini tidak mengganggu psikologis atlet, karena aspek mental sangat penting dalam pembinaan atlet usia muda,” jelas Widodo.

Widodo menambahkan, solusi yang dibahas adalah memberikan kesempatan kepada Esa untuk tetap melanjutkan pendidikan di kelas IX dan membuka kemungkinan untuk pindah sekolah ke Semarang agar lebih dekat dengan tempat latihan.

> “Harapannya, Esa tetap dapat mengikuti pendidikan sekolah secara normal, sekaligus bisa berlatih lebih intensif untuk meningkatkan prestasinya. Dengan demikian, kita tidak harus memilih antara pendidikan atau olahraga, tetapi bagaimana keduanya bisa berjalan bersama,” tambahnya.

# PTMSI Jateng: Atlet Muda Harus Dipersiapkan untuk Masa Depan

PTMSI Jawa Tengah memandang persoalan pendidikan atlet sebagai bagian integral dari sistem pembinaan olahraga. Atlet muda tidak hanya dipersiapkan untuk memenangkan pertandingan, tetapi juga harus memiliki bekal pendidikan dan karakter yang kuat untuk menghadapi masa depan.

Keberadaan pusat latihan di PPLP GOR Jatidiri Semarang diharapkan dapat menjadi salah satu ekosistem pembinaan atlet yang mendukung kebutuhan tersebut. Dengan koordinasi antara sekolah, pelatih, orang tua dan organisasi olahraga, atlet diharapkan dapat menjalani pendidikan dan latihan secara lebih teratur.

Bagi PTMSI Jawa Tengah, Esa Kurnia Akbar bukan hanya dipandang sebagai calon peraih medali, tetapi sebagai seorang pelajar dan atlet muda yang perlu mendapatkan kesempatan untuk berkembang secara utuh.

> “Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Yang terpenting adalah mencari jalan keluar yang baik untuk anak, untuk pendidikannya dan untuk prestasinya. Kami berharap Esa dapat terus belajar, terus berlatih dan terus berkembang menjadi atlet tenis meja yang membanggakan Jawa Tengah,” pungkas Ketua Umum PTMSI Jawa Tengah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen PTMSI Jawa Tengah untuk membangun pembinaan tenis meja yang tidak hanya berorientasi pada prestasi jangka pendek, tetapi juga membangun masa depan atlet secara berkelanjutan melalui keseimbangan antara pendidikan, pembinaan olahraga, mental dan karakter.

MK.

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *