Ketua ABPEDNAS Wonosobo Soroti SPPG Ngalian, Minta Evaluasi Menyeluruh

Wonosobo, petenews.co.id

Ketua ABPEDNAS Kabupaten Wonosobo, Boby Santoso, menyoroti sejumlah persoalan yang terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Ngalian, Kecamatan Wadaslintang. Menurutnya, berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat perlu segera mendapat perhatian dari pihak terkait agar program yang dijalankan pemerintah dapat berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat yang optimal bagi warga.

Boby Santoso mengatakan, salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah belum dilibatkannya pelaku UMKM lokal dalam rantai distribusi kebutuhan SPPG. Padahal, menurutnya, keberadaan program tersebut seharusnya mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, khususnya petani, peternak, pedagang, dan pelaku usaha kecil di wilayah Wadaslintang. “Masyarakat berharap program ini tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian desa,” ujarnya.

Selain itu, ABPEDNAS juga menerima laporan dari warga terkait dugaan belum terpenuhinya sistem pengelolaan limbah yang memadai. Warga mengeluhkan limbah yang dihasilkan dari aktivitas operasional SPPG diduga mengganggu lingkungan sekitar. Boby menegaskan bahwa setiap fasilitas pengolahan makanan dalam skala besar wajib memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memenuhi standar agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat maupun lingkungan.

Tidak hanya itu, Boby mengungkapkan bahwa pihaknya juga menerima laporan dari sejumlah warga terkait dugaan penyalahgunaan fasilitas SPPG di luar kegiatan operasional yang semestinya. Menurutnya, informasi tersebut perlu ditelusuri dan diverifikasi oleh instansi berwenang agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Kami meminta pemerintah daerah dan pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional SPPG Ngalian. Jika ditemukan pelanggaran, harus ditindak sesuai aturan, namun apabila informasi tersebut tidak terbukti, perlu ada klarifikasi resmi agar tidak berkembang menjadi isu yang meresahkan masyarakat,” tegasnya.

ABPEDNAS berharap seluruh keluhan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara objektif dan transparan sehingga program pemenuhan gizi dapat berjalan dengan baik, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta tetap mendapatkan kepercayaan publik.

Agar pihak pengelola bisa merespon positip segala masukan dr masyarakat utk pembenahan kedepannya.

Bobby.

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *