Magelang, petenews.co.id
Dengan semangat pengabdian yang tak pernah padam, Jenderal (HOR) H. Bibit Waluyo, mantan Gubernur Jawa Tengah periode 2008–2013, bertempat di kediamannya Senja Kala Magelang menyatakan komitmennya untuk terus berkontribusi bagi kemajuan sektor pertanian melalui perannya sebagai Dewan Pembina DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah. Sosok yang dikenal tegas, sederhana, dan dekat dengan rakyat kecil ini menegaskan bahwa dirinya akan terus berjuang bersama para petani dalam membangun kemandirian pangan dan memperkuat ketahanan ekonomi desa. Bagi Bibit Waluyo, menjadi pembina bukan sekadar jabatan, melainkan panggilan hati untuk kembali menanam, membina, dan memanen harapan bagi kesejahteraan petani Jawa Tengah, 6/11/25.

Gerakan Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah resmi menetapkan Jenderal (HOR) H. Bibit Waluyo sebagai Dewan Pembina DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah. Keputusan ini disambut hangat oleh jajaran pengurus dan para petani di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Bibit Waluyo dikenal luas sebagai sosok yang memiliki perhatian besar terhadap dunia pertanian sejak masa kepemimpinannya di Jawa Tengah. Di bawah kepemimpinannya, berbagai program peningkatan produktivitas pertanian, pemberdayaan petani, dan pembangunan infrastruktur desa menjadi prioritas utama. Ia dikenal dengan semangatnya yang kuat dalam memperjuangkan kedaulatan pangan serta kesejahteraan petani.

Dalam sambutannya usai menerima penetapan sebagai Dewan Pembina, Bibit Waluyo menyampaikan bahwa sektor pertanian harus menjadi tulang punggung ekonomi bangsa, bukan hanya sebagai sektor pendukung.

“Saya lahir dari desa, tumbuh bersama petani, dan sampai hari ini saya percaya bahwa kekuatan bangsa ini ada di sawah, di ladang, dan di tangan para petani. Jawa Tengah punya potensi luar biasa—tanahnya subur, manusianya tangguh. Tinggal bagaimana kita mengelola dengan hati dan ilmu,” ujar Bibit Waluyo. “Saya melihat semangat Tani Merdeka Indonesia ini luar biasa. Gerakan seperti inilah yang harus terus dikembangkan agar petani kita tidak hanya mandiri, tapi juga merdeka secara ekonomi dan pengetahuan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bibit Waluyo juga menyinggung pentingnya Panca Usaha Tani sebagai fondasi dasar untuk membangun pertanian yang kuat dan berkelanjutan.
“Kalau mau pertanian kita maju, jangan lupakan Panca Usaha Tani—pengolahan tanah yang baik, pemilihan bibit unggul, pemupukan yang tepat, pengendalian hama yang bijak, dan pengairan yang teratur. Lima hal itu adalah ruh dari pertanian. Perlu juga dengan adanya 1 desa 1 penyuluh serta menghidupkan kembali gotong royong per seminggu atau per sepuluh hari. Petani yang paham Panca Usaha Tani pasti bisa mandiri dan hasilnya maksimal,” tegas Bibit Waluyo.
“Itu yang ingin saya dorong di Tani Merdeka, agar generasi muda kembali belajar dasar-dasar pertanian, bukan sekadar tanam, tapi mengerti ilmunya, seperti sistem tanam jajar legowo,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah, Wawan Pramono, mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih atas kesediaan Bibit Waluyo menjadi bagian dari keluarga besar Tani Merdeka.
“Bergabungnya Jenderal (HOR) H. Bibit Waluyo sebagai Dewan Pembina menjadi energi baru bagi kami. Beliau bukan hanya figur pemimpin yang berpengalaman, tetapi juga sosok yang sangat memahami kondisi riil petani di lapangan. Kami percaya, dengan arahan dan bimbingan beliau, gerakan Tani Merdeka di Jawa Tengah akan semakin kuat dan berdampak nyata bagi regenerasi dan kesejahteraan petani,” ujar Wawan Pramono.
Penetapan ini juga menjadi momentum penting bagi Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah untuk memperkuat program-program strategis, seperti Sekolah Tani untuk Generasi Muda, Koperasi Petani Mandiri, serta pengembangan agrowisata edukatif berbasis komunitas.
Dengan hadirnya Bibit Waluyo sebagai Dewan Pembina, diharapkan gerakan Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah semakin solid dalam mewujudkan visi “Petani Merdeka, Bangsa Berdaulat.”
MK.














