Surakarta, petenews.co.id
Ketua Umum Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Jawa Tengah, Brigjen Pol (Purn) Lukas Ary Dwiko Utomo, melakukan kunjungan ke Persatuan Masyarakat Surakarta (PMS). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, kolaborasi, sekaligus mendorong kebangkitan kembali prestasi olahraga tenis meja di Kota Surakarta dan Jawa Tengah.
Brigjen Pol (Purn) Lukas Ary Dwiko Utomo hadir bersama rombongan dan diterima langsung oleh Ketua PMS Martono, didampingi jajaran pengurus serta pengawas PMS.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan membahas berbagai hal, khususnya mengenai kiprah PMS dalam bidang sosial kemasyarakatan serta pengembangan olahraga.

Dalam kesempatan tersebut, Martono menyampaikan bahwa PMS selama ini telah menjalankan berbagai kegiatan dan usaha sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satu bidang yang menjadi perhatian PMS adalah olahraga.
PMS saat ini memiliki sejumlah cabang olahraga unggulan yang telah menunjukkan prestasi mulai dari tingkat lokal, nasional hingga internasional. Empat cabang olahraga yang menjadi unggulan tersebut yakni bulutangkis, wushu, taekwondo, dan angkat besi.
Menurut Martono, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari komitmen PMS dalam melakukan pembinaan secara berkelanjutan, termasuk memberikan pendampingan kepada para atlet agar mampu berkembang dan berprestasi.
# Tenis Meja PMS Bersiap Bangkit Kembali
Selain membahas empat cabang olahraga unggulan tersebut, pertemuan juga menyoroti sejarah dan perkembangan tenis meja PMS.
Martono menjelaskan, tenis meja PMS pernah mengalami masa kejayaan dan menjadi salah satu kekuatan olahraga yang cukup diperhitungkan, khususnya sekitar tahun 2005.
Kini, PMS tengah memasuki fase “reborn” atau kebangkitan kembali tenis meja dengan melakukan pembenahan di berbagai lini.
Pembenahan tersebut antara lain menyangkut infrastruktur dan gedung latihan, peningkatan kualitas pelatih, pembinaan atlet, hingga penguatan sistem pendampingan dan manajemen pembinaan.
“PMS memiliki sejarah panjang dalam pembinaan olahraga. Untuk tenis meja, kami ingin mengembalikan kejayaan yang pernah diraih. Karena itu, saat ini kami melakukan pembenahan dari berbagai lini, mulai dari sarana dan prasarana, pelatih, pembinaan atlet, sampai dengan sistem pendampingannya,” ujar Martono.
Ia menambahkan, proses reborn tersebut membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak agar pembinaan tenis meja dapat berjalan secara konsisten dan menghasilkan atlet-atlet berprestasi.
# Lukas: PMS Bisa Menjadi Contoh Kemandirian Pembinaan
Sementara itu, Ketua Umum PTMSI Jawa Tengah Brigjen Pol (Purn) Lukas Ary Dwiko Utomo mengapresiasi langkah PMS yang terus berkomitmen melakukan pembinaan olahraga secara mandiri.
Menurut Lukas, apa yang dilakukan PMS, khususnya dalam melakukan pembenahan dan pendampingan terhadap atlet, merupakan sesuatu yang patut menjadi contoh bagi cabang olahraga lainnya.
“Saya melihat PMS memiliki semangat yang luar biasa untuk membangun kembali tenis meja. Apa yang dilakukan PMS dalam melakukan pembenahan secara mandiri, termasuk pendampingan kepada atlet, harus bisa menjadi contoh bagi cabang olahraga lain,” kata Lukas.
Lukas menegaskan, PTMSI Jawa Tengah akan terus memberikan dukungan terhadap upaya PMS dalam membangkitkan kembali tenis meja.
“PTMSI Jawa Tengah akan terus mendukung PMS, khususnya dalam pengembangan dan pembinaan tenis meja. Kita ingin tenis meja PMS kembali memiliki prestasi dan menjadi salah satu kekuatan tenis meja di Jawa Tengah,” tegasnya.
Menurut Lukas, semangat pembinaan seperti yang dilakukan PMS juga perlu dikembangkan di seluruh daerah.
PTMSI di tingkat provinsi, kata dia, tidak mungkin bekerja sendiri. Diperlukan kekuatan dari PTMSI kabupaten/kota serta dukungan berbagai pemangku kepentingan di masing-masing wilayah.
“Kemandirian PMS dalam melakukan pembinaan dan pendampingan atlet harus bisa dicontoh oleh cabor-cabor lain dan juga PTMSI di daerah. Kita memiliki 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Masing-masing harus mampu membangun kekuatan dan potensi yang ada di wilayahnya,” ujarnya.
# PTMSI Didorong Aktif Berkolaborasi dengan Stakeholder
Lukas juga menekankan pentingnya PTMSI kabupaten/kota untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai stakeholder di wilayah masing-masing.
Menurutnya, pembinaan olahraga tidak cukup hanya mengandalkan organisasi olahraga. Diperlukan keterlibatan pemerintah daerah, dunia usaha, BUMD, komunitas, masyarakat, hingga berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap olahraga.
“PTMSI harus mampu berkolaborasi dengan stakeholder di wilayah masing-masing. Potensi yang ada harus dipetakan, kemudian dibangun sinerginya. Kalau semua bergerak bersama, pembinaan atlet akan lebih kuat dan berkelanjutan,” ungkap Lukas.
Dalam konteks Jawa Tengah, Lukas juga mendorong terbangunnya sinergi antarbadan usaha milik daerah (BUMD) untuk mendukung berbagai program pembangunan dan olahraga yang sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi.
“Kita berharap ada sinergi antar-BUMD di Jawa Tengah untuk mendukung program-program Gubernur Ahmad Luthfi. Olahraga merupakan salah satu bidang yang bisa menjadi ruang kolaborasi. Dengan sinergi yang baik, kita bisa memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus membangun prestasi olahraga Jawa Tengah,” jelasnya.
# Hadir Pemerhati Tenis Meja
Pertemuan tersebut juga dihadiri Anas, pemerhati olahraga tenis meja yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama JTAB Perseroda.
Kehadiran Anas menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring dan membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan olahraga tenis meja, khususnya di Surakarta dan Jawa Tengah.
Pertemuan PTMSI Jateng dan PMS diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun sinergi yang lebih konkret dalam pembinaan tenis meja. Tidak hanya mengembalikan kejayaan yang pernah diraih, tetapi juga menyiapkan sistem pembinaan yang mampu melahirkan atlet-atlet baru berprestasi dari tingkat daerah, nasional hingga internasional.
Semangat reborn tenis meja PMS pun diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memperkuat ekosistem tenis meja Jawa Tengah, dengan mengedepankan pembinaan berkelanjutan, kemandirian organisasi, kolaborasi stakeholder, serta sinergi dengan berbagai pihak.
Red.














