Semarang, petenews.co.id
Rasa bangga dan syukur menyelimuti acara silaturahmi dan syukuran pasca pelaksanaan POPDA dan Kejurnas yang digelar di Wisma Perdamaian, Kamis malam (1/10/2026).
Suasana semakin hangat ketika para petarung, pelatih, ofisial, pengurus, serta para undangan berfoto bersama. Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus bentuk apresiasi atas perjuangan para atlet yang telah membawa nama Jawa Tengah di ajang olahraga tingkat nasional.

Perjuangan di arena pertandingan bukan sekadar tentang kemenangan, tetapi juga tentang keberanian, disiplin, kerja keras, sportivitas, dan semangat pantang menyerah. Apa yang telah ditorehkan para atlet menjadi kebanggaan bersama sekaligus bukti bahwa pembinaan olahraga di Jawa Tengah terus bergerak dan melahirkan generasi berprestasi.
Ketua Umum PTMSI Jawa Tengah, Brigjen Pol (Purn) Lukas Arry Dwiko Utomo, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih dan ofisial yang telah berjuang membawa nama Jawa Tengah.
> “Malam ini bukan sekadar acara syukuran. Ini adalah momentum untuk memberikan penghormatan kepada para petarung yang telah berjuang dengan penuh dedikasi. Prestasi yang diraih adalah kebanggaan Jawa Tengah, tetapi yang lebih penting adalah semangat, disiplin dan perjuangan yang mereka tunjukkan di arena pertandingan.”
Menurut Lukas, capaian para atlet harus menjadi energi positif untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan ke depan. Prestasi yang sudah diraih tidak boleh membuat seluruh jajaran PTMSI berpuas diri, melainkan menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras.
> “Kami bangga kepada para atlet. Mereka sudah memberikan yang terbaik. Tugas kita bersama adalah menjaga semangat ini, memperkuat pembinaan, meningkatkan kualitas pelatih dan menciptakan semakin banyak atlet Jawa Tengah yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan antara atlet, pelatih, pengurus dan seluruh stakeholder olahraga. Menurutnya, prestasi tidak lahir secara instan, tetapi merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun secara konsisten.
Acara silaturahmi dan syukuran tersebut ditutup dengan suasana penuh keakraban. Sesi foto bersama para petarung dan seluruh undangan menjadi penanda bahwa perjuangan di arena telah selesai, tetapi perjuangan untuk prestasi berikutnya baru saja dimulai.
Jawa Tengah bangga. Para petarung telah berjuang. Prestasi menjadi kebanggaan, kebersamaan menjadi kekuatan.
MK.














