PELATIHAN TIM  REAKSI CEPAT (TRC) PROVINSI JAWA TENGAH

UNGARAN  Petenews.co.id.  Telah Hadir 35 kota/Kabupaten SE Provinsi Jawa Tengah, yang mewakili dari unsur lembaga atau masyarakat untuk mengingkuti Pelatihan
Tim Reaksi Cepat (TRC) Jawa  Tengah.
Upaya mitigasi bencana setelah pelatihan sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Beberapa strategi yang bisa dilakukan: 24 – 25 /1/2026

1. *Membentuk Koordinator*: Menunjuk koordinator di setiap tingkat komunitas untuk memimpin upaya mitigasi dan tanggap darurat.
2. *Edukasi Penghijaun*: Menggalakkan penghijauan dan reboisasi di daerah rawan longsor untuk mengurangi risiko.
3. *Early Warning System*: Mengembangkan sistem peringatan dini untuk memantau pergerakan tanah dan cuaca ekstrem di daerah rawan longsor.

4. *Pelatihan Tanggap Bencana*: Memberikan pelatihan tanggap bencana kepada masyarakat, seperti di Jepang, sehingga masyarakat bisa melakukan SAR (Search and Rescue) awal.
5. *Simulasi dan Latihan*: Mengadakan simulasi dan latihan rutin untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
6. *Kerja Sama dengan Instansi Terkait*: Berkolaborasi dengan instansi pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan lembaga lainnya untuk meningkatkan kapasitas mitigasi bencana.

Dengan strategi ini, masyarakat bisa lebih siap dan responsif dalam menghadapi bencana. di Kabupaten / Kota masiing masing, ucapnya Pembina TRC Jateng.
Dan siap bekerja sama yang baik ,cepat ,tepat dalam memberikan
Informasi.

Upaya memperkuat kesiapsiagaan dan respon cepat bencana di Jawa Tengah terus diperkuat melalui Pelatihan Tim Reaksi Cepat (TRC) Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan selama dua hari, 24–25 Januari 2026, bertempat di Wisma Jateng, Gedung PKK, Ungaran, Kabupaten Semarang.

Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama dan sinergi antara Tim Reaksi Cepat Jawa Tengah, BPBD Provinsi Jawa Tengah, PMI Provinsi Jawa Tengah, serta DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh relawan TRC dari 35 kabupaten dan kota se-Jawa Tengah, sebagai bentuk penguatan jejaring relawan kebencanaan di tingkat regional.

Acara secara resmi dibuka oleh Ketua Umum Tim Reaksi Cepat (TRC), Boestanoel Arifin, yang menekankan pentingnya kesiapan relawan menghadapi potensi bencana yang semakin kompleks.

“Relawan TRC harus menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana. Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi langkah strategis membangun kapasitas, disiplin, dan koordinasi agar respon di lapangan semakin cepat, tepat, dan terukur,” tegas Boestanoel Arifin dalam sambutannya.

Sementara itu, Dewan Pembina TRC Jawa Tengah, Arif Yulianto (Gonteng), dalam arahannya menegaskan bahwa relawan harus memiliki mental tangguh dan semangat pengabdian yang tinggi.

“Relawan tidak hanya dituntut siap secara fisik dan teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, empati, dan loyalitas terhadap kemanusiaan. TRC harus hadir sebagai solusi di saat masyarakat paling membutuhkan,” ujar Gonteng.(agus)

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *