Batik “Ngopeni Ngelakoni” Hadir di Gebyar Batik Indonesia 2026 Jadi Persembahan untuk Gubernur Jawa Tengah

SURAKARTA, petenews.co.id

Gebyar Budaya Batik Indonesia 2026 di Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta, menghadirkan sebuah karya istimewa berupa batik dengan identitas slogan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi, “Ngopeni Ngelakoni.”

Batik tersebut dibuat dan didesain oleh Intan Ayra, pengusaha batik asal sentra batik Laweyan Surakarta melalui butik Intan Ayra. Karya ini menjadi bentuk apresiasi dan penghormatan kepada Gubernur Jawa Tengah sekaligus menerjemahkan semangat kepemimpinan ke dalam karya budaya.

Ketua Senthir Surakarta yang akrab disapa Mas Gembul mengapresiasi hadirnya karya tersebut.

“Ini sebuah bentuk apresiasi yang sangat luar biasa. Slogan ‘Ngopeni Ngelakoni’ tidak hanya menjadi pesan kepemimpinan, tetapi hari ini diterjemahkan menjadi karya batik. Ini menunjukkan bahwa budaya bisa menjadi bahasa yang indah untuk menyampaikan penghormatan dan dukungan,” ujar Mas Gembul.

Sementara itu, Ketua Umum Senthir Nusantara Jaya Jawa Tengah Rima menilai karya tersebut menjadi bukti bahwa batik dapat menjadi media untuk menyampaikan nilai dan semangat pembangunan Jawa Tengah.

“Kami sangat mengapresiasi karya ini. ‘Ngopeni Ngelakoni’ memiliki makna yang kuat—merawat sekaligus menjalankan. Nilai itu sangat tepat dituangkan dalam batik sebagai warisan budaya Jawa Tengah. Ini adalah persembahan dari pelaku budaya dan batik untuk Bapak Gubernur,”kata Rima.

Menurut Intan Ayra, karya tersebut dibuat sebagai bentuk ketulusan pelaku batik Laweyan dalam memberikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Tengah.

> “Kami ingin menyampaikan apresiasi kepada Bapak Gubernur melalui karya yang menjadi bagian dari kehidupan kami, yaitu batik. Semoga ‘Ngopeni Ngelakoni’ menjadi semangat bersama untuk merawat Jawa Tengah dan terus menjalankan hal-hal baik bagi masyarakat,” ujar Intan.

Meski Ahmad Lutfi berhalangan hadir dalam Gebyar Budaya Batik Indonesia 2026, karya “Ngopeni Ngelakoni” menjadi salah satu persembahan yang menandai kuatnya hubungan antara budaya, masyarakat, dan kepemimpinan Jawa Tengah.

Dari Laweyan untuk Jawa Tengah. Dari batik untuk Gubernur. “Ngopeni Ngelakoni” menjadi pesan sederhana: merawat budaya, menjalankan amanah, dan terus bergerak untuk Jawa Tengah.

MK.

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *