SOLO, petenews.co.id
Suasana Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) mendadak dipenuhi gelak tawa dan gurauan hangat pada Jumat, 25 September 2026. Sebelum acara resmi dimulai, para pengunjung dihibur oleh aksi Mujadi Tani yang membawakan gelak tawa khas komunitas komik Solo. Kegembiraan ini menjadi pembuka yang pas untuk perayaan satu dekade perjalanan kreatif IKILO, yang menggelar pameran akbar bertajuk “10 Tahun IKILO” hingga 27 September 2026 mendatang.
Pameran yang menampilkan 50 karya visual dari 15 peserta terpilih ini dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Taman Budaya, Sarido, S.STP., M.Si. Dalam sambutannya, pihak TBJT menyampaikan apresiasi dan harapan agar ruang publik ini bisa dimanfaatkan seluas-luasnya oleh masyarakat dan para seniman. Kehadiran para komikus di ruang budaya diharapkan tidak hanya berhenti di sini, melainkan mampu memperluas jaringan serta membawa karya seni lokal untuk unjuk gigi hingga lintas daerah.

Menyatukan Seni dan Tawa: Perjalanan Satu Dekade IKILO
Bicara soal IKILO, komunitas ini punya sejarah yang cukup organik. Lahir pada tahun 2016 dari perkumpulan mahasiswa UNS dan ISI yang hobi coret-coret komik, komunitas ini perlahan keluar dari sekat dinding kampus dan merangkul para kreator se-Soloraya. Saat ini, tercatat ada sekitar 60 komikus yang bernaung di bawah bendera IKILO dan rutin menelurkan karya kompilasi bersama.
Menariknya, di tengah pasang surut industri kreatif, IKILO justru membuktikan diri mampu bertahan hingga satu dekade. Menurut salah satu tokoh kuncinya, Bamz Bejita, rahasia keawetan komunitas ini terbilang unik dan jarang ditemui di tempat lain.
“Komunitas ini mampu bertahan karena dikerjakan dalam suasana yang cair. Kami berkomunikasi dengan ‘ketidakseriusan’ yang sejenak membawa tawa dan mencairkan suasana, namun tetap dilandasi komitmen yang kuat,” ujar Bamz Bejita dalam sesi yang dipandu dengan meriah oleh MC Arum.
Suasana pembukaan pameran memang terasa sangat cair dan menyatu. Seni di TBJT tidak lagi terasa kaku atau sebatas tontonan pertunjukan, melainkan melebur bersama obrolan santai. Diskusi mengalir renyah seputar bagaimana kritik diterima sebagai tanggung jawab bersama untuk maju, sekaligus merayakan canda khas yang membuat IKILO punya warna tersendiri di kancah komik Indonesia.
Harapan ke Depan: Berkarya dan Hidup dari Karya
Merayakan sepuluh tahun bukan cuma soal mengenang cerita panjang di masa lalu, tapi juga menatap masa depan. Melalui pameran ini, para anggota IKILO membawa harapan besar agar komunitas bisa terus eksis sebagai rumah bagi para kreator berbakat.
Lebih dari itu, ada asa agar para komikus mampu menghasilkan karya-karya produktif (profitable) yang tidak sekadar hobi, tetapi juga bisa diandalkan untuk menopang kehidupan sehari-hari. Dengan jaringan yang semakin luas, canda yang tetap terjaga, dan semangat kolektif yang kuat, IKILO siap melangkah mantap menyongsong babak baru di dunia seni rupa dan komik nasional.
NN.














